Kompos Karya WB Lapas Pangkalpinang Terbukti Berkualitas, Hasil Panen Padi Petani Rias Meningkat
Hendra July 27, 2026 08:03 PM

BANGKAPOS.COM,BANGKA- Kompos hasil pembinaan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang kembali membuktikan kualitasnya dalam mendukung peningkatan hasil panen petani, Senin (27/7/2026).

Hal tersebut ditunjukkan melalui keberhasilan panen sebanyak 1.215 kilogram gabah kering panen (GKP) padi varietas Inpari 42 di lahan demplot seluas 2.500 meter persegi di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, yang menjadi lokasi pembinaan Lapas Pangkalpinang.

Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengatakan demplot tersebut merupakan penerapan perdana kompos hasil karya warga binaan yang diaplikasikan melalui tiga tahap pemupukan, yakni pada 22 Mei 2026, 2 Juni 2026, dan 22 Juni 2026.

"Hari ini kita menyaksikan bahwa kompos hasil karya warga binaan telah memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian, khususnya tanaman padi," ujar Sugeng dalam keterangan yang diterima Bangkapos.com.

Ia menambahkan, kompos berbahan fly ash, yakni limbah non-B3 hasil pembakaran batu bara, juga telah berhasil diaplikasikan pada tanaman kelapa sawit di sejumlah daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Keberhasilan tersebut menunjukkan potensi kompos dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mendorong praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan.

"Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian di Lapas Pangkalpinang menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap kompos produksi warga binaan semakin dipercaya dan dimanfaatkan oleh lebih banyak petani di Bangka Belitung," harapnya.

"Keberhasilan ini tentu juga menjadi bahan evaluasi ke depan terkait efektivitas terhadap tanaman, peningkatan hasil, kemampuan beradaptasi dengan lahan pertanian, dan aspek lainnya," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bangka Belitung, Ade Agustina, mengapresiasi inovasi yang terus dikembangkan Lapas Pangkalpinang.

"Kompos hasil pembinaan ini membuktikan bahwa pembinaan kemandirian di Lapas mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan hasil pertanian dan dukungan terhadap 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan," tegas Ade.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.