SURYA.CO.ID, SURABAYA - Video aksi dugaan penyerobotan sebuah ruko di kawasan Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, viral di media sosial.
Dalam video tersebut, sekelompok massa yang disebut mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan (ormas) diduga memaksa masuk ke dalam bangunan.
Merespons video viral itu, Polrestabes Surabaya langsung turun tangan melakukan pengecekan ke lokasi dan memastikan akan memburu para pelaku aksi yang diduga merupakan bentuk premanisme.
Peristiwa itu terekam kamera CCTV berdurasi 57 detik dan disebut terjadi pada Rabu (22/7/2026).
Terlihat sejumlah orang nekat melepas pagar bangunan agar dapat masuk ke area ruko.
Baca juga: Pembobolan Gudang Otomotif di Surabaya, Polisi Heran Pelaku Lewati Tembok 7 Meter
Di saat bersamaan, seseorang yang diduga sebagai pemilik berusaha menahan pintu pagar besi agar massa tidak masuk.
Namun, karena kalah jumlah, ia akhirnya terdorong hingga terjatuh saat pagar berhasil dirobohkan.
Menurut keterangan pemilik yang disertakan dalam video viral tersebut, peristiwa terjadi saat dirinya sedang membersihkan ruko.
Saat itu, sekelompok orang datang secara bergerombol dan diduga mengatasnamakan sebuah ormas sebelum memaksa masuk serta menduduki bangunan.
Pemilik juga menyebut bangunan tersebut berstatus surat hijau dan mengaku memegang dokumen Izin Pemakaian Tanah (IPT).
Menindaklanjuti kabar tersebut, Tim Jogoboyo Polrestabes Surabaya bersama Satpol PP dan kepolisian setempat langsung mendatangi lokasi kejadian.
Kasat Samapta Polrestabes Surabaya AKBP Erika Purwana Putra mengatakan, saat dilakukan pemeriksaan, kondisi ruko dalam keadaan kosong dan terkunci.
"Kami berkomitmen untuk terus mengejar dan menindak tegas segala bentuk aksi premanisme," tegas AKBP Erika saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026).
Ia menegaskan, tidak ada ruang bagi pelaku premanisme di Kota Surabaya karena dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.
"Jangan sampai ada aksi premanisme di Surabaya. Bagi masyarakat apabila perlu bantuan polisi, silahkan hubungi ke Call Center 110," tandas AKBP Erika.