Bahaya Laten Narkoba Sudah Masuk Desa Jatim, Ning Laila DPRD Jatim Desak Tiga Pilar Bergerak Bersama
Dyan Rekohadi July 27, 2026 08:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Peredaran barang haram narkoba di Jawa Timur kini kian masif dan mengkhawatirkan hingga menyusup ke kawasan pedesaan, sehingga membutuhkan penanganan darurat melalui sinergi total seluruh elemen masyarakat demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa.

Langkah masif itu tidak bisa lagi hanya menggantungkan harapan pada pundak aparat penegak hukum semata.

Sebab, ancaman barang haram itu sudah merusak berbagai aspek sosial kehidupan masyarakat secara luas.

Baca juga: DPRD Jatim Dorong Implementasi Perda P4GN Optimal, Saat Polisi dan BNN Panen Kasus Narkoba

 

Ancaman Nyata Menyasar Pedesaan


Untuk menekan peredaran narkoba, tidak sekadar menjadi tugas pemerintah maupun aparat penegak hukum.

Berbagai pihak seperti sekolah maupun organisasi kemasyarakatan sedianya punya andil besar agar peredaran barang haram ini dapat terus ditekan.

Anggota Komisi A DPRD Jatim, Lailatul Qodriah menjelaskan, perang melawan narkoba menjadi tugas bersama.

Sebab narkoba semakin lama semakin merusak generasi bangsa.

Jika dibiarkan maka akan sangat berbahaya.

"Taruhannya adalah generasi kita ke depan," katanya, dikutip Senin (27/7/2026).

Penjelasan Ning Laila, sapaan akrab politisi PKB ini, disampaikan saat ia hadir dan berbincang dalam Podcast Ngobrol Bareng Dewan di Studio SURYA.CO.ID Network di Surabaya belum lama ini.

Podcast ini memang secara khusus mengangkat tema Sinergi Semua Pihak dalam Memerangi Narkoba di Jawa Timur.

Ning Laila termasuk yang khawatir betul terhadap peredaran narkoba.

Sebab, tidak saja di perkotaan, namun tak jarang narkoba juga sudah masuk ke pedesaan.

Tentu saja, ini dinilai mengkhawatirkan karena menyerang berbagai aspek lain.

Bahkan, hingga kehidupan sosial masyarakat.

Hal ini tak boleh dianggap remeh.

Baca juga: DPRD Jatim Soroti Implementasi Perda P4GN Pasca Kasus Ganja 3,37 Ton

 

Komitmen Kokoh Tiga Pilar Utama


Apalagi, fenomena semacam ini juga bisa saja terjadi di Jawa Timur.

"Karena itu, memberantas narkoba menjadi kewajiban kita bersama. Tidak hanya pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi seluruh masyarakat harus saling bahu-membahu dan bersinergi untuk memerangi narkoba," ucap Ning Laila.

Meski begitu, Ning Laila tak memungkiri untuk membabat habis peredaran narkoba bukan hal yang mudah.

Melalui berbagai upaya antisipasi dan pengurangan penyebaran, harapannya sedikit demi sedikit jaringan penyebaran narkoba bisa terus ditekan bahkan hingga nol kasus.

Ini menjadi atensi serius dewan.

Sebagai bagian dari unsur pemerintahan, dewan selama ini mengaku berkeliling ke BNN di tingkat kabupaten/kota, kepolisian hingga pemerintah daerah.

Tujuannya, mengajak sinergi dan komitmen yang kuat untuk bersama memberantas peredaran narkoba.

Ning Laila yakin dengan sinergi kuat maka upaya akan optimal.

Ke depan, ini dinilai menjadi pekerjaan rumah bersama.

Tidak hanya menjadi tugas penegak hukum, tetapi juga perlu melibatkan berbagai pihak.

Mulai sekolah, akademisi, masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah.

"Kalau tiga pilar ini kokoh, yakni pendidikan melalui sekolah dan kampus, masyarakat, serta pemerintah melalui aparat penegak hukum, Insya Allah dari berbagai terobosan itu kita bisa sedikit demi sedikit mengurangi narkoba," ungkap legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Lumajang-Jember ini.

Baca juga: Modus Baru Sabu Kemasan Kuda Emas Terbang, BNN Jatim Ungkap Bandar Malaysia Rekrut Petani jadi Kurir

 

Peran Strategis Ormas dan Pemuda


Dalam kacamata Ning Laila, sejumlah pilar itu masing-masing memiliki peran sentral.

Misalnya ormas kepemudaan, bisa melalui pendekatan khas anak muda.

Tujuannya, menjauhkan sesama dari peredaran narkoba dengan berbagai kegiatan positif sesuai minat masing-masing.

"Sehingga daripada kecanduan narkoba, mereka memiliki kegiatan yang lebih membangun. Lalu, ormas keagamaan juga sangat diperlukan. Kalau organisasi bergerak di bidang dakwah, maka pendekatannya melalui dakwah," terang Ning Laila.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.