- Musisi, Maia Estianty mengecam keras aksi main hakim sendiri yang dilakukan warga terhadap terduga pelaku pencurian ayam di Banjar Dinas Juwuk Legi, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.
Maia menyampaikan keprihatinnannya atas peristiwa tersebut.
Ia menilai, tindakan kekerasan yang dialami korban, KD telah melampaui batas.
Hal itu disampaikan Maia melalui akun Threads pribadinya pada Minggu (26/7).
Dalam unggahannya, Maia mengingatkan bahwa setiap perbuatan akan memiliki balasan.
Menurutnya, hukum sebab akibat akan berlaku bagi siapa pun yang melakukan perbuatan buruk.
Maia juga mengungkapkan rasa iba kepada anak korban yang disebut mengalami trauma akibat kejadian itu.
"Kadang iblis malu melihat kelakuan manusia yang melebihi kelakuan iblis…. Maling ayam dikeroyok dan diseret jenasahnya…. Tapi tabur tuai akan terjadi," kata Maia.
"Apakah akhirnya nanti pelaku2 akan diperlakukan sama di masa akhir hidupnya saat ajal memjemputnya ? Hanya Allah yang tahu… yang sabar ya Nak," sambungnya.
Sebagai informasi, anak korban mengalami trauma psikis.
Menurut Psikolog Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinsos P3A Kabupaten Buleleng, Tasya Yumika, hal itu diketahui berdasarkan hasil asesmen awal.
"Anak sedang menghadapi peristiwa kehilangan yang sangat berat. Sehingga respons emosionalnya cukup lumayan. Ada beberapa hal yaitu trauma psikis tentunya," ujar Tasya
Dinsos P3A kini terus mendampingi keluarga korban.
Tasya menyatakan, anak KD kini mengalami gangguan kecemasan dan kesulitan tidur.
"Sudah mulai bisa bercerita tentunya. Hanya ada beberapa dampak yang saat ini masih, yaitu seperti gangguan kecemasan, terus gangguan tidur yang muncul," katanya.
Kondisi itu kerap muncul saat anak berada dalam situasi yang mengingatkan mereka kepada sang ayah.
"Di jam-jam subuh mungkin terbangun, dengan situasi lingkungan yang sunyi pasti beberapa hal ingat bapaknya. Pada pagi hari akan berangkat sekolah mungkin biasa dikasih bekal, ingat lagi tentunya seperti itu," ujarnya.
Terkini, Tasya menyebut, fokus utama pendampingan saat ini ialah mengembalikan rasa aman anak.
Selain itu, membantu mereka menjalani aktivitas sehari-hari secara bertahap.
"Kami saat ini berfokus pada anak rasa aman dulu. Dan bagaimana caranya anak bisa melakukan aktivitasnya," ucap Tasya.