Laporan wartawan Tribun Gayo Rasidan I Gayo Lues
TribunGayo.com, BLANGKEJEREN - Warga dan anak sekolah di SMPN 1 Atap Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, hingga kini masih menggunakan tali sling sebagai jalur penyeberangan di Sungai Kala Tripe.
Pasalnya, jembatan beton putus total dihantam banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.
Tali sling sebagai jalur alternatif, karena hingga kini Satgas Penanganan Rehab dan Rekon (PRR) belum jelas kapan akan dibangun kembali jembatan permanen.
Amatan Tribungayo.com, di lokasi tersebut, tali sling sebagai alat penyeberangan bagi warga dan anak sekolah di Desa Kendawi tersebut kini sangat berisiko tinggi.
Namun mau tidak mau, siswa sekolah dan sejumlah warga, setiap hari terpaksa menyeberangi sungai menggunakan tali sling tersebut.
Sungai yang terbentang tali sling tersebut dengan lebar sekitar 100 meter lebih sehingga warga harus hati-hati sebab bila terjatuh bisa saja langsung tenggelam diseret air sungai.
Desa tersebut merupakan salah satu desa terparah dilanda bencana alam dipenghujung tahun 2025 lalu.
Selain itu, pihak TNI saat ini sedang membangun jembatan gantung di lokasi tersebut.
Jembatan gantung diharapkan ke depan sebagai akses penghubung utama di desa itu sembari menunggu pembangunan jembatan permanen yang dijanjikan akan dibangun kembali oleh pemerintah.
Selain jembatan putus total diterjang banjir bandang, bangunan sekolah dasar (SD) Kendawi juga mulai amblas ke sungai.
Sehingga untuk proses belajar mengajar di sekolah tersebut saat ini sudah dipindahkan kepermukiman.
"Tali sling sebagai jembatan darurat tersebut, kini sebagai jalur alternatif bagi warga dan anak-anak di Desa Kendawi menuju ke sekolah di SMPN 1 Atap Kendawi selama ini, bahkan kini sangat berisiko tinggi," sebut Hasanuddin warga Kecamatan Dabun Gelang itu, kepada TribunGayo.com, Senin (27/7/2026).
Warga berharap, agar jembatan gantung yang sedang dibangun oleh TNI tersebut segera rampung.
"Sehingga warga dan anak-anak ke sekolah kini keselamatannya lebih terjamin, ketimbang harus menyeberang menaiki dan melewati jembatan berupa tali sling yang dibangun sebagai jembatan darurat tersebut," jelasnya.
Diakuinya, meski menaikan tali sling tidak menyurutkan semangat para siswa sekolah di SMPN 1 Atap Kendawi itu untuk terus menuntut ilmu.(*)
Baca juga: SAKSI KATA: Terbongkar! Skandal Asmara Oknum Kepala Desa dan Wanita Bersuami di Gayo Lues