Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bangkit dari keterpurukan, dokter asal Bangkalan, Madura, dr Fatimatus Zahroh, kini berhasil meraih kesuksesan.
Ia kini sukses menjadi dokter, pengusaha, sekaligus pemilik klinik kecantikan.
Baca juga: Inovasi Kesehatan Banyuwangi Jadi Contoh, dari Mal Orang Sehat hingga Konsultasi WA 24 Jam
Perempuan yang akrab disapa dr Zahra ini lahir pada 27 Januari 1987 di Dusun Tangkat, Desa Bumianyar, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan.
Perjalanan hidupnya penuh lika-liku sebelum akhirnya meraih kesuksesan seperti saat ini.
Usai menyelesaikan pendidikan di bangku SMA, dr Zahra memutuskan untuk menikah.
Namun, rumah tangga yang dibangun harus berakhir pada tahun 2008.
Perceraian tersebut menjadi titik terberat dalam hidupnya.
Alih-alih larut dalam kesedihan, dr Zahra memilih bangkit dan memulai lembaran baru.
Setahun kemudian, tepatnya pada 2009, ia mengambil keputusan besar.
Yakni dengan melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS).
Perjalanan menempuh pendidikan kedokteran tidak mudah.
Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan H Abdul Basid dan Hj Siti Fadilah, ia berasal dari keluarga sederhana.
Ayahnya bekerja sebagai petani, sementara sang ibu merupakan guru mengaji.
"Menjadi dokter sungguh tidak mudah. Saya bertekad melanjutkan kuliah kedokteran dengan biaya seadanya," ujar dr Zahra pada Senin (27/7/26).
Besarnya biaya pendidikan tidak membuatnya menyerah.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan kuliah, ia memanfaatkan waktu luang dengan berjualan secara online.
Penghasilan dari usaha kecil tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional selama menempuh pendidikan, sehingga tidak sepenuhnya bergantung kepada orang tua.
Perjuangan panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Pada 2016, dr Zahra berhasil menyelesaikan pendidikan profesi dokter di UWKS.
Setelah melalui tahapan pasca-kelulusan, ia mulai aktif mengabdikan diri sebagai dokter sejak 2018.
Kini, dr Zahra bertugas sebagai dokter di Puskesmas Ketapang, Kabupaten Sampang.
Selain menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan, ia juga membuka praktik dokter umum mandiri di kediamannya untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Semangat berwirausaha yang telah tumbuh sejak masih kuliah juga terus berkembang.
Selain berprofesi sebagai dokter, ia kini menjadi pemilik merek busana muslim 'NARTY' yang memproduksi hijab dan gamis.
Tak berhenti di dunia fesyen, dr Zahra kemudian merambah bisnis kecantikan dengan membangun brand skincare sekaligus mendirikan NARTY Glow Aesthetic Clinic.
Berkat kerja keras selama bertahun-tahun, ia kini telah memiliki berbagai aset usaha.
Mulai dari lahan, bangunan klinik kecantikan milik pribadi, hingga sejumlah aset properti dan kendaraan, diperoleh dari hasil usahanya sendiri.
Bagi dr Zahra, keberhasilan yang diraihnya bukan semata soal materi, melainkan bukti bahwa keterbatasan ekonomi maupun kegagalan di masa lalu tidak menentukan masa depan seseorang.
"Dengan tekad, kerja keras, dan doa, seseorang tetap memiliki kesempatan untuk bangkit dan meraih impian, apa pun latar belakang yang dimiliki," tutupnya.