WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memangkas kuota penerima program beasiswa LPDP versi Jakarta dari proyeksi awal 100 orang menjadi hanya 50 hingga 75 orang.
Keputusan ini diambil setelah hasil pembahasan bersama LPDP Pusat menunjukkan bahwa kebutuhan biaya untuk membiayai satu penerima beasiswa mencapai sekitar Rp 2 miliar.
Dengan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 100 miliar dalam rancangan APBD 2027, Pemprov DKI menilai jumlah penerima harus disesuaikan agar program tetap berjalan optimal tanpa mengganggu pembiayaan program prioritas lainnya.
"Memang untuk 50 orang, bukan 100. Rp 100 miliar itu anggarannya. Berdasarkan hasil diskusi dengan LPDP Pusat, satu anak itu kebutuhannya kurang lebih Rp 2 miliar sebenarnya," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Senin (27/7/2026).
Pramono menjelaskan, jumlah akhir penerima masih akan dihitung berdasarkan kebutuhan riil masing-masing peserta. Karena itu, kuota diperkirakan berada di kisaran 50 hingga 75 mahasiswa.
"Jadi nanti yang rencana akan kita berangkatkan itu antara 50 sampai dengan 75 anak. Jadi bukan 100," katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengungkapkan bahwa program LPDP Jakarta telah masuk dalam rancangan APBD 2027 dengan nilai anggaran sekitar Rp 99,9 miliar.
Program tersebut disiapkan untuk mendukung pendidikan jenjang magister (S2) dan doktor (S3) di sejumlah perguruan tinggi luar negeri melalui kolaborasi perdana antara Pemprov DKI Jakarta dan LPDP Pusat.
"Anggarannya sudah dirancang, ini ada Rp 99,9 sekian miliar," kata Nahdiana dalam rapat kerja bersama Komisi E DPRD DKI Jakarta.
Pada rancangan awal, beasiswa ini ditujukan bagi 70 mahasiswa program S2 dan 30 mahasiswa program S3.
Adapun negara tujuan yang masuk dalam pembahasan meliputi Amerika Serikat, Australia, Belanda, Inggris, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Prancis, Singapura, Tiongkok, dan Rusia.
Program studi yang dipilih nantinya akan diselaraskan dengan kebutuhan pembangunan Jakarta sehingga lulusan diharapkan mampu berkontribusi langsung terhadap pengembangan ibu kota.
Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Alokasikan Dana Rp 100 Miliar untuk LPDP Jakarta di APBD 2027
Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa penyesuaian kuota merupakan langkah realistis di tengah keterbatasan anggaran.
Pemprov DKI juga harus memastikan program prioritas lain tetap berjalan, terutama revitalisasi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan.
Ia mengungkapkan, pemerintah telah menambah jumlah sekolah yang akan direvitalisasi dari semula tujuh menjadi 11 sekolah, termasuk SD Negeri 09 Kebayoran Lama yang saat ini untuk sementara dipindahkan ke SD Negeri 11.
Keputusan tersebut mencerminkan upaya Pemprov DKI menyeimbangkan investasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui beasiswa luar negeri dengan kebutuhan mendesak untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan dasar yang menjadi hak ribuan siswa di Jakarta.