Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Banjir bandang yang menghantam Kabupaten Aceh Tamiang pada November 2025 lalu, meninggalkan luka mendalam bagi sektor pariwisata.
Hampir seluruh destinasi wisata di Bumi Muda Sedia itu luluh lantak.
Tanah longsor dan tumpukan material kayu menghapus banyak titik keindahan alam.
Di balik musibah itu, ternyata Pemandian Dam Rengas di Dusun Rengas, Kampung Sumbermakmur, justru berdiri kokoh dan kini muncul sebagai magnet utama wisatawan.
Tutupan Hutan Dam Rengas dalam menghadapi amukan alam memang cukup ajaib.
Saat objek wisata lain di sekitarnya tertimbun lumpur, pemandian ini tetap bersih.
Salihin, Datok Penghulu Kampung Sumbermakmur mengungkapkan, bahwa sejarah mencatat tempat ini berkali-kali lolos dari kehancuran akibat bencana besar.
Baca juga: Didukung Perkebunan Durian, Nanas dan Jeruk, Pemandian Rengas Dam Menuju Wisata Agroforestri
"Pemandian ini sudah ada sejak lama. Tahun 1996 dan 2006, dulu pernah kena banjir, tapi tidak parah," ungkap Salihin.
"Puncaknya pada banjir besar 2025 kemarin, air memang meluap masuk ke lokasi pemandian, tapi anehnya tidak ada lumpur sama sekali. Begitu air surut, lokasinya langsung bersih dan siap dipakai lagi," cerita Salihin, Senin (27/7/2026).
Berkat kondisi alam yang tetap asri dan terjaga, angka kunjungan ke dam rengas meledak sepanjang tahun 2026.
Kini, setiap akhir pekan, lokasi ini berubah menjadi lautan manusia.
"Sekarang per pekannya bisa tembus 3.000 wisatawan yang datang. Ini luar biasa bagi kami di desa," tambah Salihin.
Untuk menikmati kesegaran air di dalam dam, aksesnya pun terbilang ramah bagi pelancong keluarga.
Rendi, seorang wisatawan asal Kota Kualasimpang, sengaja datang menggunakan kendaraan roda empat bersama kerabatnya.
"Perjalanan dari Kualasimpang sekitar satu jam, jaraknya kira-kira 30 kilometer. Jalannya sudah oke, meski ada beberapa titik yang sedikit bergelombang dan butuh konsentrasi lebih saat menyetir," ungkap Rendi.
Baca juga: Pemandian Rengas Dam Menjelma Menjadi Wisata Unggulan
Bagi pengunjung yang ingin memacu adrenalin, pengelola kini menyediakan wahana river tubing.
Wisatawan bisa menyusuri aliran sungai yang jernih menggunakan ban dalam.
Soal kantong, pengunjung tak perlu khawatir.
Biaya parkir dipatok sangat merakyat, yakni Rp10 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp25 ribu untuk roda empat.
“Yang kami hitung cuma kendaraannya, misalnya di mobil penuh tujuh orang, tetap Rp25 ribu,” ungkap Salihin.
Potensi ekonomi dari "oase" yang selamat dari banjir ini terhitung sangat besar.
Salihin meyakini, jika dikelola lebih profesional dan didukung infrastruktur yang lebih baik, dam rengas akan menjadi mesin pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh Tamiang.
Pantauan Di lokasi wisata, perputaran ekonomi masyarakat setempat mulai menggeliat seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.
Warung milik warga dipadati pembeli, pelaku UMKM membuka lapak di sekitar kawasan wisata.
Baca juga: Pemandian Rengas Dam Menjadi Akar Tumbuhnya UMKM di Aceh Tamiang
Sementara jasa penyewaan ban kewalahan melayani tingginya permintaan pengunjung.
Kondisi tersebut menjadikan Dam Rengas sebagai salah satu destinasi yang diharapkan mampu mendorong pemulihan sekaligus menggerakkan kembali sektor pariwisata Aceh Tamiang pascabencana.(*)