TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Pontianak mendadak terjadi pada Senin 27 Juli 2026.
Antrean terjadi sejak pagi hingga malam hari, terutama untuk pembelian BBM subsidi Pertalite dan Biosolar.
Kondisi ini diduga akibat surutnya debit air Sungai Kapuas yang mengharuskan kapal pengangkut BBM menepi sejenak untuk menunggu air pasang.
Alhasil kapal pengangkut BBM terlambat memasuki alur Sungai Kapuas menuju Depo Siantan.
Pertamina sendiri memastikan stok BBM di Kalbar aman.
Lantas berapa harga BBM nasional termasuk di Kalimantan Barat saat ini?
Pertamina telah merilis daftar harga BBM terbaru seluruh Indonesia per 1 Juli 2026 untuk
BBM subsidi seperti Pertalite Rp10.000/liter dan Biosolar Rp6.800/liter tetap tidak berubah hingga akhir Juli 2026.
Sementara BBM non-subsidi mengalami penyesuaian sejak 10 Juni 2026 dimana Pertamax Rp16.250/liter, Pertamax Green Rp17.000/liter, Pertamax Turbo Rp20.750/liter, Dexlite Rp23.000/liter, dan Pertamina Dex Rp24.800/liter.
• Ini Biang Kerok Penyebab SPBU di Pontianak Mendadak Diserbu Antrean Panjang Lagi
Berikut harga BBM Pertamina subsidi dan non-subsidi dikutip dari pertaminapatraniaga.com per 27 Juli 2026:
1. Pertalite: Rp10.000/liter (subsidi, tetap)
2. Biosolar: Rp6.800/liter (subsidi, tetap)
3. Pertamax: Rp16.650/liter
4. Pertamax Turbo: Rp19.750/liter
5. Dexlite: Rp20.150/liter
6. Pertamina Dex: Rp21.650/liter
• Antrean Massal BBM Lagi di Pontianak, DPRD Minta Pertamina Buka Suara dan Beri Solusi
Harga eceran di luar SPBU resmi, misalnya kios kecil atau penjual botolan biasanya dipatok lebih mahal Rp1.000–Rp2.000/liter karena biaya distribusi tambahan dan stok terbatas.
Fenomena antrean massal di SPBU Pontianak 27 Juli 2026 menunjukkan tingginya permintaan BBM subsidi.
Sementara BBM non-subsidi relatif lebih mudah didapatkan
Warga Pontianak Barat, Helmi Surya (30) menemukan pedagang eceran tepi jalan yang mulai menjual Pertalite seharga Rp15.000/liter imbas antrean massal.
"Saya terpaksa beli eceran di dekat rumah harganya Rp15.000/liter, tapi ada juga yang masih jual harga normal (Rp12.000)," katanya saat dihubungi, Senin 27 Juli 2026 sore WIB.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat mengatakan kapal pengangkut BBM sempat tertahan karena tidak dapat melintas saat debit air sungai surut.
"Antrean terjadi karena ada keterlambatan kapal masuk ke alur Sungai Kapuas tadi malam. Kapal harus menunggu air pasang terlebih dahulu. Namun, tadi pagi kapal sudah sandar di Depo Siantan dan BBM sudah mulai disalurkan," kata Widhi saat dikonfirmasi, Senin 27 Juli siang WIB.
Ia memastikan distribusi BBM kini telah kembali berjalan normal setelah kapal sandar di Depo Siantan.
Meski demikian, Pertamina masih mengevaluasi penyebab antrean yang terjadi di sejumlah SPBU.
Menurut Widhi, selain dampak keterlambatan distribusi, antrean juga diduga dipengaruhi adanya pergeseran konsumsi dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi.
"Stok BBM masih aman dan mencukupi. Kami pastikan penyaluran BBM akan berjalan dengan baik," ujarnya.
(*)