TRIBUNNEWS.COM - Perpanjangan kontrak Marc Marquez bersama Ducati ternyata tidak berjalan semulus yang dibayangkan banyak orang.
Di balik pengumuman resmi yang akhirnya dirilis, ada proses panjang penuh ketidakpastian yang sempat membuat petinggi Ducati harap-harap cemas.
Fakta tersebut diungkap langsung oleh Direktur Olahraga Ducati Corse, Mauro Grassilli.
Menurutnya, negosiasi kontrak dengan juara dunia sembilan kali itu menjadi salah satu periode tersulit yang pernah dihadapi tim asal Borgo Panigale tersebut.
Padahal, ketika bursa transfer pembalap MotoGP mulai memanas untuk musim depan, banyak pihak meyakini Ducati tak akan kesulitan mempertahankan pembalap andalannya itu.
Namun kenyataannya berbeda.
Hingga kuartal pertama tahun ini, tanda tangan Marc Marquez belum juga didapat, sementara sejumlah pabrikan rival sudah lebih dulu bergerak menyusun kekuatan.
Di tengah situasi tersebut, Marquez terus memberi sinyal bahwa dirinya tak ingin terburu-buru mengambil keputusan terkait masa depannya.
Sikap itu memicu berbagai spekulasi, mulai dari peluang kembali ke Honda hingga rumor pensiun lebih awal.
Belakangan terungkap, kondisi fisik menjadi salah satu alasan utama di balik keraguan Marquez.
Cedera serius yang dialaminya pada MotoGP Indonesia 2025 masih meninggalkan dampak hingga awal musim 2026.
Situasi itu membuat Marquez dikabarkan belum sepenuhnya yakin bisa memenuhi kontrak berdurasi dua tahun seperti yang diinginkan Ducati.
Baca juga: Update Transfer MotoGP 2027: Senna Agius Dikabarkan Jadi Penerus Jack Miller di Kelas Premier
Sebagai jalan tengah, pembalap asal Spanyol itu disebut mengusulkan kontrak dengan skema 1+1, yakni satu musim ditambah opsi perpanjangan.
Ketidakpastian tersebut sempat membuat Ducati berada dalam posisi sulit, apalagi di saat yang sama mereka juga harus menghadapi tekanan dari rival utamanya, Aprilia.
"Sejujurnya, kami telah melewati beberapa bulan yang sangat sulit," ujar Grassilli, dikutip dari Speedweek.
Ia mengakui proses merekrut Marquez dari Gresini Racing ke Ducati Lenovo pada akhir 2024 justru jauh lebih mudah dibandingkan saat memperpanjang kontraknya.
Meski begitu, Ducati tak pernah berpikir mencari pengganti.
Sejak awal, mereka hanya menginginkan Marquez tetap menjadi ujung tombak proyek MotoGP mereka.
"Situasi musim dingin lalu sama sekali tidak mudah. Jujur saja, kami sama sekali tidak punya rencana B."
"Sejauh menyangkut Marc, kami melakukan segala yang kami bisa untuk melanjutkan kerja sama dengannya."
"Selama berbulan-bulan kami tetap berpegang pada rencana memperpanjang kontraknya. Tidak ada alternatif lain bagi kami, semuanya hanya tentang Marc," tegas Grassilli.
Kesabaran Ducati akhirnya berbuah manis. Marquez resmi memperpanjang kontraknya, yang diumumkan pada 23 Juni lalu.
Keputusan tersebut kemudian terbukti tepat.
Penampilan Marquez terus meningkat setelah pulih dari cedera bahu yang sempat membuatnya meragukan kelanjutan kariernya.
Momentum kebangkitannya semakin terlihat ketika memasuki paruh kedua musim.
Puncaknya terjadi saat ia menyapu bersih kemenangan sprint race dan balapan utama di MotoGP Hungaria, sebelum kembali tampil dominan di MotoGP Jerman 2026.
Rentetan hasil positif itu membuat para petinggi Ducati, mulai dari Mauro Grassilli, Davide Tardozzi, hingga Luigi Dall'Igna, semakin yakin bahwa Marquez masih memiliki ambisi besar untuk terus meraih kemenangan.
Kini, pembalap berjuluk The Baby Alien itu telah naik ke posisi ketiga klasemen sementara MotoGP 2026.
Ia hanya terpaut 18 poin dari Jorge Martin (Aprilia) yang masih memimpin klasemen, membuat persaingan perebutan gelar juara dunia kembali terbuka lebar.
(Tribunnews.com/Giri)