4 Mahasiswa KKN Unpari Tenggelam di Sungai Muratara: 3 Trauma, Satu Tewas
Theresia Felisiani July 28, 2026 07:35 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, MUSI RAWAS – Kuliah Kerja Nyata (KKN) berujung maut.

Empat mahasiswa yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaporkan hanyut di Sungai Muratara pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 14.40 WIB setelah perahu yang mereka tumpangi alami kecelakaan. 

Peristiwa tersebut terjadi di Sungai Rawas, tepatnya di Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

Dari empat mahasiswa tersebut, tiga orang berhasil diselamatkan warga, sementara satu orang lainnya tewas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara, Hasbi Hasidqi, saat dikonfirmasi pada Senin (27/7/2026) sore membenarkan peristiwa tersebut.

"Benar, kami menerima laporan sekitar pukul 14.30 WIB. Personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Muratara langsung bergerak ke lokasi," katanya.

Baca juga: Semangat SDGs di Desa: KKN 78 UNS Dorong Pelestarian Karawitan, Tari, Macapat ke Kancah Lebih Luas

Hasbi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, para mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa Universitas PGRI Silampari (Unpari) Lubuklinggau yang sedang melaksanakan KKN.

"Dari empat mahasiswa yang dikabarkan hanyut, tiga di antaranya sudah diselamatkan oleh warga," jelasnya.

Ia menambahkan, ketiga mahasiswa yang berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat dan saat ini masih menjalani perawatan medis di puskesmas setempat.

"Belum diketahui secara pasti kronologi maupun penyebab kejadian. Saat ini tim gabungan bersama warga masih terus melakukan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan," tutupnya.

Sementara satu mahasiswa meninggal dunia bernama Abdul Hadi Romadin (21), warga SP 11 Nibung, Kabupaten Muratara telah dievakuasi warga bersama BPBD ke rumah duka.

 

Penjelasan Unpari, Usai 4 Mahasiswa KKN Hanyut Tenggelam di Sungai Muratara

Tiga mahasiswa Universitas PGRI Silampari (Unpari) Lubuklinggau yang selamat dalam kecelakaan perahu di Sungai Rawas, Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Senin (27/7/2026), masih mengalami trauma.

Sebelumnya, empat mahasiswa yang tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) hanyut terbawa arus sungai.

Tiga orang berhasil selamat, sementara satu mahasiswa meninggal dunia bernama Abdul Hadi Romadin (21), warga SP 11 Nibung, Kabupaten Muratara telah dievakuasi warga bersama BPBD ke rumah duka.

Baca juga: 5 Hari Mengapung di Laut, 2 Penumpang Kapal Tenggelam KM Nurul Salsa Lolos dari Maut

Sekretaris Pelaksana KKN Unpari Lubuklinggau, Riduan Febriandi, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa para mahasiswa tersebut.

Menurutnya, secara psikologis para korban yang selamat mengalami trauma mendalam dan tidak menyangka peristiwa tersebut akan terjadi.

"Sekarang mereka masih trauma dan masih dilakukan observasi di puskesmas. Hasilnya, kondisi korban yang selamat cukup baik," kata Riduan saat dihubungi Tribunsumsel.com.

Saat ini, pihak Unpari Lubuklinggau telah berada di Desa Rantau Kadam. Sembari menunggu arahan pimpinan, para dosen akan tetap berada di lokasi.

"Kami akan melakukan pendampingan kepada para korban yang selamat hingga selesai, mulai dari proses administrasi dan semuanya akan kami bantu," ungkapnya.

Riduan mengatakan, pihak kampus sebenarnya telah berulang kali mengingatkan mahasiswa agar tidak bermain di sungai guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Tapi namanya anak-anak sekarang, walaupun sudah diingatkan, kadang masih saja," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa standar operasional pelaksanaan KKN telah dijalankan dengan baik, mulai dari perizinan kepada pemerintah kota, kecamatan, hingga penyerahan mahasiswa ke desa tujuan.

Baca juga: KM Nurul Salsa Tenggelam, Dua Penumpang Ditemukan Selamat di Pulau Balaloho Sulsel, 18 Masih Hilang

Riduan merinci, mahasiswa Unpari yang melaksanakan KKN tersebar di Kabupaten Musi Rawas Utara, Kabupaten Musi Rawas, dan Kota Lubuklinggau.

"Total mahasiswa KKN di Desa Rantau Kadam ada 10 orang, belum lagi di desa tetangganya juga ada," ungkapnya.

Program KKN Unpari Lubuklinggau berlangsung selama 40 hari. Hingga saat ini pelaksanaan KKN telah memasuki hari ke-29 dan tersisa 11 hari lagi.

"Selama pelaksanaan, kunjungan dan monitoring rutin sudah dilakukan. Setiap dosen pembimbing lapangan melakukan pemantauan, termasuk pimpinan. Kalau dosen lapangan, bisa seminggu sekali," ujarnya.

Terkait tindak lanjut pascakejadian, Riduan mengatakan belum ada keputusan karena masih menunggu arahan dari pihak rektorat Unpari Lubuklinggau.

"Untuk tindak lanjutnya masih menunggu keputusan pimpinan, karena saat ini sedang rapat membahas langkah ke depannya," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.