TRIBUNNEWS.COM – Persaingan Real Madrid dan Paris Saint-Germain (PSG) di bursa transfer kembali memanas. Kali ini, PSG melontarkan sindiran tajam setelah kalah bersaing dalam perburuan wonderkid Pantai Gading, Yan Diomande.
Real Madrid sebelumnya dilaporkan berhasil mencapai kesepakatan dengan RB Leipzig untuk merekrut Diomande dengan nilai transfer yang sangat besar.
Pemain internasional Pantai Gading itu memang menjadi salah satu talenta muda paling diburu di Eropa.
Meski baru tampil di kasta kedua Liga Spanyol musim lalu, performanya membuat sejumlah klub elite tertarik memboyongnya.
PSG menjadi salah satu peminat utama. Namun, juara Prancis tersebut akhirnya memilih mundur karena tidak bersedia memenuhi tuntutan harga yang diajukan Leipzig.
Melalui pernyataan yang dikutip L'Equipe, PSG menjelaskan alasan mereka tidak ikut terlibat dalam perang harga dengan Real Madrid.
Menurut klub asal Paris itu, nilai transfer yang diminta terlalu tinggi untuk pemain yang masih berada pada tahap pengembangan.
"Mereka meminta uang yang sangat besar untuk seorang pemain yang memiliki potensi tetapi masih bermain di divisi dua Spanyol setahun yang lalu," demikian pernyataan PSG.
"Kami tidak akan menghabiskan banyak uang hanya karena sebuah klub datang dengan tawaran yang menggiurkan."
PSG kemudian menutup pernyataannya dengan kalimat yang diyakini sebagai sindiran langsung kepada Real Madrid.
"Ini menunjukkan di mana posisi Real Madrid saat ini."
Pernyataan tersebut dinilai sebagai bentuk kekecewaan PSG setelah gagal mengamankan salah satu prospek muda terbaik Eropa.
Di sisi lain, Real Madrid memang dikenal tidak ragu menggelontorkan dana besar apabila yakin seorang pemain dapat menjadi bagian penting proyek jangka panjang klub.
Strategi tersebut telah beberapa kali membuahkan hasil, seperti ketika Los Blancos merekrut sejumlah pemain muda yang kemudian berkembang menjadi pilar utama tim.
Karena itu, kritik dari PSG diperkirakan tidak akan mengubah pendekatan Madrid dalam membangun skuad.
Hubungan kedua klub sendiri memang terus memanas dalam beberapa tahun terakhir, terutama di bursa transfer.
Persaingan memperebutkan tanda tangan pemain-pemain elite, mulai dari Kylian Mbappe hingga sejumlah talenta muda Eropa, membuat rivalitas Real Madrid dan PSG tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga dalam aktivitas transfer.
Transfer Yan Diomande pun menjadi babak terbaru dari persaingan dua raksasa Eropa tersebut.
Kini, perhatian akan tertuju kepada perkembangan Diomande bersama Real Madrid.
Apabila pemain asal Pantai Gading itu mampu memenuhi ekspektasi dan berkembang menjadi bintang dunia, nilai transfer fantastis yang dibayarkan Los Blancos diyakini akan dianggap sepadan.
Baca juga: Formula Anyar Real Madrid: Bukan Bisnis, Los Blancos Rampok Pemimpin Klub Elit Eropa
Pengeluaran Real Madrid
Pernyataan PSG yang menyebut Real Madrid terlalu boros di bursa transfer memang memiliki dasar yang kuat.
Namun, langkah agresif Los Blancos tersebut bukan tanpa alasan. Real Madrid tengah berupaya membangun kembali skuad demi mengakhiri dominasi Barcelona, setidaknya di kompetisi domestik Spanyol.
Menurut laporan Mundo Deportivo, skala belanja Madrid pada musim panas 2026 bahkan berpotensi melampaui revolusi skuad pada 2010, ketika Florentino Perez menunjuk Jose Mourinho untuk menghentikan era keemasan Barcelona racikan Pep Guardiola.
Urgensi tersebut muncul setelah Barcelona mendominasi sepak bola Spanyol dalam dua musim terakhir dengan merebut lima dari enam trofi domestik yang diperebutkan, termasuk dua gelar LaLiga secara beruntun.
Untuk membangun kembali kekuatannya, Real Madrid sejauh ini telah mendatangkan Ibrahima Konate dan Bernardo Silva secara gratis setelah kontrak keduanya berakhir di klub masing-masing.
Los Blancos juga menggelontorkan sekitar 60 juta euro untuk merekrut Marc Cucurella, disusul 20 juta euro demi memboyong Denzel Dumfries.
Transfer terbesar datang dari perekrutan wonderkid Yan Diomande, yang ditebus dengan nilai fantastis mencapai 120 juta euro.
Secara keseluruhan, Real Madrid sudah menghabiskan sekitar 200 juta euro atau setara Rp4,1 triliun pada bursa transfer musim panas ini.
Jumlah tersebut sudah melampaui pengeluaran mereka pada musim sebelumnya yang mencapai 182,2 juta euro (sekitar Rp3,7 triliun).
Meski demikian, Real Madrid masih belum menjadi klub paling boros di bursa transfer musim panas 2026. Berdasarkan data Transfermarkt, pengeluaran mereka masih berada di bawah Chelsea dan Tottenham Hotspur, yang masing-masing hampir menyentuh angka Rp5 triliun.
(Tribunnews.com/Ali)