Detik-detik Tewasnya Dokter Internship, Ada Suara Benturan, Diduga Loncat dari Lantai 18 Apartemen
Anita K Wardhani July 28, 2026 07:35 AM

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang dokter internship berinisial SZM meninggal dunia setelah diduga melompat dari lantai 18 sebuah apartemen di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 14.10 WIB.

Kapolsek Pancoran Kompol Mansur membenarkan adanya peristiwa tersebut. 

Saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti korban diduga nekat mengakhiri hidupnya.

Baca juga: Aturan Baru Tak Cukup, PDUI Minta Investigasi Menyeluruh Terkait Kematian Beruntun Dokter Internship

Kompol Mansur menjelaskan, berdasarkan keterangan sementara korban tinggal bersama kedua orang tuanya di unit apartemen tersebut.

Saat kejadian, korban awalnya berada di apartemen bersama ibunya. 

Sang ibu sempat mengajak korban pergi ke pusat perbelanjaan, namun korban menolak dan memilih tetap berada di unit.

"Dia berdua sama ibunya tadinya diajak ibunya ke mal, dia enggak mau, dia milih berdiam di unit," kata Mansur kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Setelah itu, ibu korban turun ke mal sehingga korban berada seorang diri di dalam apartemen.

Terdengar Suara Benturan Keras 

Tak lama berselang, petugas keamanan apartemen mendengar suara benturan keras dari area bawah gedung.

"Jadi info dari sekuriti, mereka dengar ada semacam benda jatuh karena dari ketinggian lantai 18 suaranya keras sekali ditengok ke samping ternyata ada seseorang tergeletak," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan korban diduga melompat melalui jendela apartemen.

Ilustrasi mayat wanita
Ilustrasi mayat wanita (Sriwijaya Post)

Namun tidak ditemukan tanda-tanda adanya orang lain di dalam unit saat peristiwa terjadi.

"Enggak ada dia lompatnya dari jendela dia sendirian di sana," ucap Mansur.

Mengenai motif atau penyebab korban diduga mengakhiri hidupnya, Mansur mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman. 

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari lingkungan sekitar, korban disebut kerap mengalami rasa ketakutan.

"Kalau penyebab saat ini sedang dalam lidik namun kami dapat informasi menurut keterangan sekitar bahwa mereka suka ada rasa ketakutan," katanya.

Jenazah korban kini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. 

 

Ketatkan Skrining Jiwa

Korban SZM adalah dr Siti Zahra Maghfira, lulusan FK Universitas Hasanuddin yang menjalani Program Internship Dokter Indonesia di RS Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat, Mei 2026.

SZM bukan kasus pertama dokter meninggal dalam beberapa waktu terakhir. Kabar kembali meninggalnya dokter intership ini sudah diketahui Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Menkes mengaku sedih dan meminta skrining kesehatan jiwa terhadap peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) maupun Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) segera diperkuat.

Ilustrasi kesehatan mental
Ilustrasi kesehatan mental (Freepik)

"Saya sedih sekali melihat kejadiannya terus-menerus meninggal ini. Ada masalah kejiwan apa? Sehingga mereka bisa kejadian seperti ini. Tapi yang jelas, sekarang sudah minta. Semua di screening jiwa sekali lagi,"ungkapnya saat doorstop dengan awak media di Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). 

Langkah tersebut dinilai menjadi upaya awal untuk mendeteksi peserta yang memiliki risiko gangguan kesehatan jiwa sehingga dapat memperoleh pendampingan lebih dini.


Budi mengatakan dirinya prihatin karena kembali muncul kabar meninggalnya dokter yang sedang menjalani proses pendidikan dan pelatihan.

Menurutnya, langkah paling cepat yang dapat dilakukan saat ini adalah memperkuat skrining kesehatan jiwa sebelum peserta memasuki masa internsip maupun pendidikan dokter spesialis.

Ia menjelaskan skrining tersebut diharapkan mampu menangkap lebih awal indikasi gangguan psikologis maupun risiko bunuh diri. 

Sehingga peserta dapat memperoleh penanganan sebelum menjalani pendidikan atau penugasan.

"Wajibnya. Sebelum internship, PPDS, saya sudah minta, segera di screening kejiwaan. Indikasi bunuh diri ini kan harusnya bisa ditangkap dengan screening kejiwanya,"lanjutnya. 

Lebih lanjut Budi menambahkan langkah tersebut merupakan upaya yang paling cepat dilakukan sambil menunggu hasil investigasi atas meninggalnya dr. Siti Zahra Maghfira.

Kemenkes Bentuk Tim Investigasi

Kemenkes menyatakan telah berkoordinasi dengan Kepolisian, Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), Komite Internsip Kedokteran Indonesia (KIKI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), pemerintah daerah, wahana internsip, serta pihak terkait untuk melakukan investigasi secara menyeluruh.

Pemerintah menegaskan seluruh fakta dan kronologi kejadian akan dipastikan terlebih dahulu sebelum menyampaikan kesimpulan kepada masyarakat.

"Kami berkomitmen memastikan seluruh fakta dan kronologi kejadian terungkap secara utuh sebelum menyampaikan kesimpulan. Hasil investigasi ditargetkan selesai dalam waktu tiga hingga empat hari,"tulis Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman pada keterangannya, Senin (27/7/2026). 

Kemenkes juga mengajak seluruh pihak menghormati proses investigasi yang sedang berlangsung dan tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian hingga hasil pemeriksaan resmi diumumkan.

Aturan Internsip Sudah Diperbarui

Di tengah proses investigasi, Kemenkes menegaskan pembenahan penyelenggaraan Program Internsip Dokter Indonesia terus dilakukan.

Sejak 8 Juni 2026, Kemenkes telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/594/2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Internsip Dokter dan Dokter Gigi Indonesia.

Pedoman tersebut memuat sejumlah penyempurnaan tata kelola internsip, mulai dari pembatasan jam kerja, pengaturan hari libur, ketentuan izin, hingga penguatan pembinaan, supervisi, pendampingan praktik, serta perlindungan bagi peserta.

Menurut Kemenkes, berbagai perbaikan tersebut merupakan bagian dari evaluasi penyelenggaraan Program Internsip Dokter Indonesia yang telah berjalan sejak 2011.

Pemerintah memastikan hasil investigasi beserta langkah tindak lanjut yang diperlukan akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat setelah proses pemeriksaan selesai. 

(Tribunnews.com/Reynas/Rina/Aisyah/Anita)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.