TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 4 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.
Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hingga pagi hari ini, Selasa (28/7/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.
Sementara untuk laporan pengamatan kegempaan, tercatat 24 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-46 mm dan lama gempa 49.16-163.94 detik.
Selain itu, tercatat pula 38 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-29 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 8-31.67 detik.
Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.
Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III.
Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 100 meter dari puncak.
Cuaca teramati berawan, angin tenang ke arah barat.
Suhu udara sekitar 15.9-18°C. Kelembaban 92-95.6 persen. Tekanan udara 874.1-917 mmHg.
Baca juga: Info Prakiraan Cuaca Hari Ini Selasa 28 Juli 2026: Wilayah DIY Cerah-Berawan
Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)