Iran Tuding Bulgaria Jadi Kaki Tangan Amerika Serikat seusai Izinkan Penggunaan Bandara Sofia
Laksmi Anindita July 28, 2026 09:36 AM

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Republik Islam Iran melayangkan peringatan diplomatik yang sangat keras kepada pemerintah Bulgaria terkait dugaan keterlibatan negara kawasan Eropa Timur tersebut dalam memfasilitasi operasi militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat.

Peringatan resmi tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam sebuah keterangan pers pada Senin, 27 Juli 2026.

Dalam keterangannya, Baghaei secara tegas menyatakan bahwa para pejabat dan pembuat keputusan di Bulgaria harus bertanggung jawab penuh atas kebijakan politik maupun militer yang telah diambil.

Baca juga: Niat Boyong Wonderkid Brasil, Chelsea Dibuat Geleng-Geleng Terhalang Klausul Pelepasan Rp2 Triliun

 

Keputusan tersebut dinilai oleh pihak Teheran sebagai bentuk dukungan langsung terhadap aksi agresi militer yang dilakukan pasukan Amerika Serikat bersama sekutunya terhadap kedaulatan wilayah Iran.

Berdasarkan informasi dan analisis intelijen yang dihimpun oleh pihak pemerintah Iran, negara Bulgaria dituding telah memberikan izin operasional serta akses penuh kepada pesawat-pesawat militer milik Amerika Serikat untuk memanfaatkan fasilitas penerbangan di Bandara Sofia.

Izin logistik dan navigasi tersebut diberikan secara khusus tepat sebelum dilancarkannya operasi gempuran udara maupun serangan strategis ke sejumlah target di dalam wilayah Iran.

Pihak otoritas Iran menegaskan bahwa pemberian izin penggunaan fasilitas infrastruktur vital seperti Bandara Sofia bukan sekadar bantuan teknis penerbangan biasa, melainkan telah memenuhi unsur keterlibatan aktif dalam skema serangan militer asing.

Menurut pemerintah Iran, langkah yang diambil oleh Bulgaria secara langsung memfasilitasi pergerakan armada tempur dan logistik militer Amerika Serikat yang ditujukan untuk merusak keamanan serta stabilitas wilayah nasional Iran.

Atas dasar temuan dan bukti lapangan tersebut, Esmaeil Baghaei menyatakan bahwa negara Bulgaria kini dapat dikategorikan turut serta serta terlibat secara langsung dalam aksi penyerangan tersebut. Penyerangan itu sendiri dinilai oleh pihak Iran sebagai bentuk konspirasi militer gabungan yang didalangi oleh Amerika Serikat bersama pihak Israel untuk melemahkan posisi geopolitik serta pertahanan keamanan Republik Islam Iran.

Lebih lanjut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran tersebut menilai bahwa kebijakan yang diambil oleh jajaran pemerintahan di Sofia merupakan sebuah tindakan tidak beralasan, sangat tidak bijaksana, serta memiliki dampak jangka panjang yang sangat berbahaya bagi iklim diplomasi internasional.

Langkah tersebut dinilai dapat menyeret Bulgaria ke dalam pusaran konflik bersenjata yang lebih luas di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.

Baghaei menggarisbawahi bahwa dengan keputusan yang gegabah tersebut, para pembuat kebijakan di Bulgaria secara efektif telah mereduksi posisi serta kedaulatan negara mereka sendiri hingga jatuh ke dalam peran sebagai kaki tangan dalam agenda militer Amerika Serikat.

Baca juga: 3 Update Terkini Calon Kuat Naturalisasi Timnas Indonesia: Grade EPL, Eredivisie hingga Bundesliga

Kondisi ini dinilai sangat merugikan citra diplomasi Bulgaria di mata dunia internasional, khususnya di antara negara-negara kawasan Asia dan Timur Tengah.

Menanggapi situasi yang semakin memanas tersebut, pemerintah Iran menegaskan komitmennya untuk tidak tinggal diam dalam merespons setiap potensi ancaman yang membahayakan rakyat dan wilayahnya.

Baghaei menekankan bahwa Teheran tidak akan pernah ragu sedikit pun untuk mengambil segala tindakan yang diperlukan, baik melalui jalur hukum internasional, diplomasi multilateral, maupun langkah-langkah strategis lainnya guna membela kepentingan serta menjaga keamanan nasionalnya dari ancaman pihak luar.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.