Tangis Menteri LH untuk MBG, Sebut Program Gizi Tak Seharusnya Dicerca
GH News July 28, 2026 10:09 AM
Jakarta -

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menangis saat menutup Konferensi Sungai Indonesia (KSI) 2026 di Mojokerto, Jawa Timur. Ia tak kuasa menahan air matanya, salah satunya karena program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Orang yang lapar dikasih makan, Anda cerca, jangan dong, nggak boleh. Sorry saya kaya gini sangat sensitif karena saya tahu persis," kata Jumhur sambil menangis saat menyampaikan keresahannya di atas panggung KSI 2026 di Mojokerto, dikutip dari detikJatim Selasa (28/7/2026).

Ketika ditanya terkait tangisannya, Jumhur menjelaskan bahwa saat ini ada sekitar 22 juta penduduk Indonesia yang mengalami kelaparan kronis. Angka tersebut menurut Jumhur datang dari studi yang dilakukan ADB bersama Bappenas tahun 2016-2018.

"Kelaparan kronis itu tahu apa? Artinya dia tuh sudah siap mati untuk lapar. Dan mohon maaf ya, banyak budaya kita yang tidak berani mengungkapkan, akhirnya dia mati. Itu banyak budaya kita. Tidak berani melawan, gitu ya," jelasnya.

Menurut Jumhur, kelaparan kronis merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian, sama halnya dengan stunting.

Dikutip dari laman Badan Gizi Nasional (BGN) per Maret 2026, jumlah penerima manfaat program ini telah mencapai 61.239.037 orang, dengan 49.057.682 di antaranya merupakan siswa sekolah. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan program makan sekolah terbesar di dunia.

"Tapi yang setengah kelaparan kronis kan ada juga. Yang tadi makannya mungkin seminggu cuman dua kali itu tiga kali. Tapi yang makannya 3 hari sekali atau 2 hari sekali juga ada, itu juga kurang makan juga. Itu mungkin bisa 50, 60, 70 juta orang. Dan itulah yang menjadi subjek bagi distribusi MBG sebetulnya," terang Jumhur.

Jumhur mengatakan memang ada penyimpangan dalam tata kelola MBG, dirinya menegaskan siap menghadapi pihak-pihak yang menentang program prioritas Presiden Prabowo ini.

Baca selengkapnya DI SINI

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.