Dalam sepekan ke depan di Indonesia perlu mewaspadai masa kekeringan.
Pada periode 28 Juli–4 Agustus 2026, musim kemarau meningkat sehingga mengakibatkan kekeringan.
Di tengah dominasi musim kemarau, hujan lebat masih terjadi secara lokal di sejumlah wilayah.
Dikutip dari bmkg.go.id pada Selasa (28/7/2026), diprakirakan musim kemarau memicu peningkatan kecepatan angin permukaan hingga lebih dari 20 knot di sejumlah wilayah.
Sehingga potensi angin kencang, pohon tumbang, kerusakan bangunan ringan, dan gangguan aktivitas masyarakat juga perlu diwaspadai.
Dominasi kondisi kering yang terjadi saat ini selaras dengan perkembangan dinamika iklim global.
Maka dari itu, meskipun kondisi kering diprakirakan masih lebih dominan, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat tetap berpeluang terjadi, terutama di wilayah yang dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer, sirkulasi siklonik, serta daerah konvergensi dan konfluensi.
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan.
Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di berbagai wilayah lainnya.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini.
Hujan Lebat - Sangat Lebat Terjadi di Wilayah:
Angin Kencang Terjadi di Wilayah:
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan.
Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di berbagai wilayah lainnya.
Selain itu hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini.
Angin Kencang Terjadi di Wilayah: