Red Hat: Berhenti Terjebak di Masa Lalu, Bangun Masa Depan IT
Dayu Akbar July 28, 2026 10:34 AM

Oleh: Ashesh Badani, Senior Vice President & Chief Product Officer, Red Hat

Dalam 18 bulan terakhir, dunia IT menghadapi guncangan besar. Stabilitas virtualisasi yang bertahan hampir dua dekade kini terguncang oleh krisis biaya. Namun, masalah ini hanyalah puncak gunung es dari tantangan arsitektur yang lebih kompleks. Infrastruktur IT kini dituntut untuk mengelola sistem lama (legacy), aplikasi cloud, sekaligus workload AI yang membutuhkan GPU dalam satu ekosistem.

Banyak yang menyarankan “modernisasi” sebagai solusi, tetapi kenyataannya tidak sesederhana itu. Tidak semua aplikasi bisa dimodernisasi, dan biaya sering kali tidak sepadan. Solusi nyata adalah platform terpadu (unified platform) yang memungkinkan virtual machines, containers, dan workload AI berjalan berdampingan dengan keamanan konsisten.

Tantangan di Luar Teknologi: Faktor Manusia

Hambatan terbesar justru ada pada tim engineering. Mereka harus menjaga sistem lama tetap berjalan sambil merancang arsitektur baru, tanpa tambahan personel dan tetap memenuhi SLA. Migrasi bukan sekadar urusan teknis, melainkan risiko bisnis yang kompleks. Dibutuhkan visibilitas penuh terhadap sistem lama dan opsi pemulihan di setiap tahap transisi.

Cloud memang menawarkan jalan pintas, tetapi bergantung penuh pada satu public cloud berisiko mengorbankan konsistensi, portabilitas workload, dan kedaulatan data. Karena itu, hybrid cloud menjadi pilihan yang lebih fleksibel dan terkendali.

Hybrid Cloud: Fleksibilitas dengan Kendali

Hybrid cloud memungkinkan perusahaan memanfaatkan layanan cloud untuk workload intensif seperti AI, sekaligus menyimpan data sensitif secara in-house. Dengan pendekatan ini, CIO dapat menyatukan VM lama, aplikasi cloud, dan workload AI dalam satu sistem terpadu.

Krisis virtualisasi saat ini justru menjadi katalis perubahan. Ini adalah momentum untuk berhenti mengelola masa lalu dan mulai membangun platform yang menopang inovasi jangka panjang.

Red Hat: Mitra Transformasi Digital

Red Hat telah membantu banyak organisasi menghadapi transisi ini. Tahun lalu, jumlah VM di Red Hat OpenShift Virtualization meningkat lebih dari 400%. Lebih dari 1 juta VM ditinjau untuk migrasi, dan 400.000 berhasil dimigrasikan.

Pelanggan dari berbagai industri—seperti ARSAT, BNP Paribas, EUROCONTROL, NASA JPL, dan Telenet—telah memilih Red Hat untuk migrasi VM sekaligus mempersiapkan diri menghadapi era AI.

Bangun Masa Depan IT yang Berdaulat

Masa depan IT bukan sekadar konsumsi teknologi, melainkan membangun sistem yang mandiri, skalabel, dan berdaulat. Hybrid cloud dan platform terpadu adalah kunci untuk menjembatani kesenjangan antara kondisi infrastruktur saat ini dan tujuan bisnis di masa depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.