Sepak bola Inggris mendapat lampu hijau IFAB untuk mengakhiri jeda waktu kiper
Rina Kusumawati July 28, 2026 11:57 AM

Sepak bola Inggris siap mengalami perubahan regulasi besar setelah mendapat lampu hijau untuk menjajal aturan baru yang bertujuan menekan pemborosan waktu secara taktis. Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) telah menyetujui usulan yang akan memaksa tim untuk sementara kehilangan satu pemain lapangan jika kiper mereka memerlukan perawatan medis.

Pemberantasan jeda waktu taktis

Menurut pernyataan yang dirilis oleh FA, The Football Association, Premier League, EFL, dan Women’s Super League telah bergabung untuk menghapus celah “tactical timeout” yang selama ini membuat frustrasi penggemar dan pelatih. Dalam uji coba baru ini, jika pertandingan terhenti karena cedera kiper, pelatih kepala harus menunjuk satu pemain lapangan untuk meninggalkan lapangan setidaknya selama satu menit setelah permainan dimulai kembali.

Langkah ini menyusul sejumlah insiden besar ketika para penjaga gawang dituduh berpura-pura mengalami masalah untuk memutus momentum lawan. Musim lalu, pelatih Leeds United, Daniel Farke, secara terbuka menuduh Gianluigi Donnarumma berpura-pura cedera demi membengkokkan aturan.

Aturan uji coba spesifik dan pengecualian

Uji coba ini akan ditegakkan secara ketat di seluruh kasta teratas sepak bola Inggris, meski tidak akan diterapkan di bawah National League Step 2 dalam sepak bola putra. Untuk mengatur transisi, para pelatih diberi jendela waktu ketat 10 detik untuk menentukan pemain mana yang harus keluar dari lapangan.

Yang terpenting, sejumlah perlindungan tetap diberlakukan untuk menjaga kesejahteraan pemain. Ada pengecualian yang jelas terhadap aturan ini, misalnya ketika kiper mengalami pendarahan atau jika mereka cedera setelah benturan dengan pemain lapangan. Selain itu, jika tendangan bebas diberikan karena pelanggaran terhadap kiper dan mereka memerlukan perawatan medis segera, tim tidak akan dikenai sanksi berupa hilangnya satu pemain secara sementara.

Protokol baru pengelolaan waktu

Selain uji coba untuk kiper, sepak bola Inggris juga memperkenalkan langkah tambahan untuk meningkatkan waktu bola bergulir pada musim 2026-27. Wasit kini akan menggunakan hitung mundur lima detik sebagai alat pengendalian jika pemain dinilai sengaja menunda tendangan gawang atau lemparan ke dalam secara tidak adil.

Para ofisial juga menargetkan lambatnya pemain pengganti meninggalkan lapangan, yang selama ini menjadi sumber keluhan bagi tim yang sedang tertinggal. Mulai musim baru, batas waktu ketat 10 detik akan diberlakukan bagi pemain yang keluar lapangan saat pergantian pemain. Aturan ini akan berlaku sejak peluit pertama musim baru, tepatnya dimulai pada Piala Carabao pada Sabtu, 1 Agustus.

MENIKMATI CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak laporan kami

Dampak global dan kekhawatiran soal kesejahteraan

Uji coba di Inggris ini merupakan bagian dari gerakan global yang lebih luas untuk menyempurnakan hukum permainan, dengan A-League Australia juga tengah menjajaki variasi dari aturan pengelolaan waktu ini. Meski FA dan Premier League tetap berkomitmen pada uji coba tersebut, sejumlah pihak menyuarakan kekhawatiran terkait keselamatan pemain.

Terlepas dari kekhawatiran itu, badan pengatur menilai sistem penghentian taktis yang ada saat ini tidak lagi berkelanjutan. Otoritas sepak bola Inggris akan memantau uji coba ini secara ketat sepanjang musim 2026-27 bersama IFAB untuk menentukan kelayakan jangka panjangnya. Dengan menghapus insentif bagi tim untuk “berpura-pura” cedera, harapannya permainan indah ini akan menjadi lebih cepat, lebih adil, dan tidak terlalu sering terganggu oleh siasat di pinggir lapangan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.