Temui Raja Larantuka, Forkopimda Flores Timur Dorong Perdamaian Konflik Adonara Timur
Gordy Donovan July 28, 2026 10:57 AM

TRIBUNFLORES.COM, ADONARA - Upaya penyelesaian konflik sosial antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak, dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, terus diperkuat melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar pertemuan dengan Raja Larantuka di kediamannya, Kelurahan Sarotari Timur, Kecamatan Larantuka, Sabtu (25/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk menyatukan persepsi para pemangku kepentingan dalam mendorong proses rekonsiliasi yang berlandaskan musyawarah, nilai-nilai adat, serta semangat persaudaraan sebagai fondasi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

Hadir dalam pertemuan itu Bupati Flores Timur Ir. Antonius Doni Dihen, Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., P.S. Kapolres Flores Timur AKBP I Gede Putra Yase, S.H., Dandim 1624/Flores Timur Letkol Inf. Erly Marlian, Ketua DPRD Flores Timur, Sekretaris Daerah, Raja Larantuka Don Andreas Marthinus DVG, S.H., serta sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda.

Baca juga: Warga Dua Desa di Adonara Timur NTT Sepakat Berdamai, Kapolres: Kami Apresiasi

Membuka Ruang Dialog

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengatakan, seluruh pihak memiliki komitmen yang sama untuk mengakhiri konflik dan membuka ruang dialog demi terciptanya perdamaian yang menyeluruh.

"Kami bersama Forkopimda berkomitmen mendorong penyelesaian konflik secara damai. Kedua belah pihak pada prinsipnya telah membuka diri untuk berdamai. Saat ini, proses tersebut tinggal memperkuat kesepakatan melalui mekanisme adat dengan melibatkan para tokoh yang memiliki legitimasi di tengah masyarakat," ujar AKBP Adhitya Octorio Putra.

Menurutnya, keterlibatan Raja Larantuka memiliki arti penting karena tokoh adat memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi, menyatukan pemahaman terkait sejarah, serta memperkuat nilai-nilai persaudaraan yang telah diwariskan secara turun-temurun di wilayah Adonara.

Kapolres menjelaskan, Polres Flores Timur bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur menargetkan proses perdamaian dapat segera diwujudkan agar masyarakat kembali menjalankan aktivitas secara normal tanpa dibayangi potensi konflik susulan.

"Kami berharap dukungan seluruh tokoh adat sehingga dalam waktu dekat dapat terlaksana pertemuan adat yang menghasilkan kesepakatan bersama. Semakin cepat perdamaian terwujud, semakin besar peluang untuk menjaga keamanan dan memulihkan kehidupan sosial masyarakat," katanya.

Meski mengedepankan pendekatan persuasif, Kapolres menegaskan bahwa proses penegakan hukum terhadap setiap tindak pidana yang terjadi selama konflik tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Pendekatan hukum tetap dilaksanakan secara profesional. Namun, pada tahap ini kami mengutamakan terciptanya situasi yang kondusif agar proses rekonsiliasi dapat berlangsung dengan baik tanpa memunculkan ketegangan baru di tengah masyarakat," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Raja Larantuka Don Andreas Marthinus DVG menyatakan dukungannya terhadap seluruh upaya perdamaian yang ditempuh pemerintah, TNI, Polri, dan para tokoh adat.

Baca juga: Polwan Gelar Trauma Healing dan Terapi USEFT bagi Anak-anak Terdampak Konflik di Adonara Timur NTT

Ia menilai penyelesaian konflik harus mengedepankan dialog, penghormatan terhadap nilai-nilai adat, serta semangat persaudaraan agar menghasilkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Usai pertemuan dengan Raja Larantuka, Forkopimda Flores Timur melanjutkan rapat terbatas di Rumah Jabatan Bupati Flores Timur guna membahas tahapan ritual sumpah adat, pola akulturasi adat, serta langkah-langkah komunikasi dengan Raja Adonara sebagai bagian dari proses penyelesaian konflik secara komprehensif.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara pemerintah daerah, Polri, TNI, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan perdamaian permanen di Adonara Timur. (Sumber https://tribratanewsntt.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.