Obrolan Satpam dengan Geng Motor Sebelum Tewas Terborgol di Jatiluhur, Beda dengan Status WhatsApp
Ardhi Sanjaya July 28, 2026 11:07 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Terungkap sudah obrolan Sumarna dengan terduga pelaku vandalisme di Waduk Jatiluhur, sebelum ia ditemukan tewas terborgol.

Ternyata Sumarna tidak terlibat cekcok dengan terduga pelaku.

Kini para pelaku vandalisme yang diduga anggota geng tersebut dikait-kaitkan dengan kematian Sumarna.

Kesaksian tentang tindakan Sumarna pada sejumlah pemuda dikaitkan dengan kematiannya.

Sejumlah saksi berbicara bahwa sebelum ditemukan tewas terborgol, Sumarna sempat menegur sejumlah pemuda.

Sampai kemudian pada pemuda itu disebut tak terima kemudian kembali lagi ke Waduk Jatiluhur untuk balas dendam.

Kepala desa sekitar cerita ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi perihal masalah tersebut.

Menurutnya vandalisme atau corat-coret di lokasi berupakan tulisan nama geng atau perkumpulan.

"Di tanggul tuh ada corat-coret seperti 'ini gaya aing (ini gaya saya)', ada 'RPM' dan 'GBR'. Saya dengar dari anak karang taruna di sana," katanya.

Dari cerita yang didapat, kata Kades, Sumarna memang sempat berbicara dengan sejumlah orang yang diduga pelaku vandalisme.

"Memang almarhum itu pernah memanggil, bukan menegur, karena tidak diketahui yang menulisnya jadi menanyakan yang dianggap sama lamhum ini anak GBR," katanya.

Sumarna hanya bertanya baik-baik soal siapa yang mencorat-coret.

Baca juga: Polisi Belum Ungkap Kasus Satpam Tewas Terborgol di Jatiluhur, KDM : Ini Menyangkut Rasa Aman

Ia juga berpesan agar jika memang mereka pelakunya untuk segera menghapus tulisan-tulisan tersebut.

"Dia menanyakan ini siapa yang mencorat-coret ini, nah gak tahu, dia gak ngaku. Tolong lah kalau ada yang memang merasa mencoret ini dihapus aja," katanya.

Saat itu menurut Kades sama sekali tidak terjadi cekcok atau keributan.

"Tidak terjadi ribut," katanya.

Dengan begitu motif Sumarna dihabisi anggota geng karena teguran vandalisme belum bisa dibenarkan.

"Belum, belum tentu. Dia hanya menanyakan itu," katanya.

Baca juga: Update Kasus Satpam Tewas Terborgol di Jatiluhur, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Pasalnya juga video status WhatsApp yang menunjukan coretan di waduk, bukan dibuat Sumarna.

Polisi mengkonfirmasi bahwa video itu dibuat rekan Sumarna.

"Kalaupun ada yang bukan almarhum, 'disediakan tempat nongkrong malah dicorat-coret', bukan suara almarhum," katanya.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara mengatakan bahwa status WhatsApp tersebut bukan milik Sumarna.

"Itu bukan status korban melainkan milik rekannya," katanya.

Ia mengatakan memang benar terjadi sekelompok orang yang mencorat-coret fasilitas di sana.

"Benar adanya tindakan mural atau corat-coret. Itu masih kami dalami dari beberapa keterangan saksi," katanya.

Selain itu polisi juga sudah mengamankan sejumlah orang yang ditegur Sumarna.

"Kami juga sudah mengamankan beberapa orang untuk diperiksa untuk pendalaman lebih lanjut terkait hal tersebut," katanya.

AKP I Made Purwantara, menegaskan bahwa hingga saat ini tim penyidik masih bekerja keras melakukan penyelidikan mendalam dan belum menetapkan satu orang pun sebagai tersangka.

"Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Informasi yang beredar di media sosial itu tidak benar, belum ada yang kami amankan," tegas AKP I Made Purwantara saat ditemui di Mapolres Purwakarta, Senin (27/7/2026).

Baca juga: Beredar Foto Bocah Diduga Pembunuh Satpam Tangan Terborgol di Waduk Jatiluhur, Terkuak Fakta Aslinya

Meskipun bantahan dilayangkan terkait penangkapan pelaku, Made memastikan penyelidikan terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Hingga Senin (27/7/2026), penyidik telah menginterogasi sedikitnya 15 orang saksi kunci dari lingkungan terdekat korban.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 15 saksi. Saksi terdiri dari rekan terdekat, keluarga, rekan kerja sesama petugas PJT II, serta orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian," jelasnya.

Selain memeriksa belasan saksi, penyidik Satreskrim Polres Purwakarta juga resmi menerima dan mulai menganalisis dokumen hasil autopsi jenazah korban yang sebelumnya dijalankan oleh tim medis RS Sartika Asih, Bandung.

"Hasil autopsi turun hari ini dan nanti akan kami analisa. Kami sudah memiliki beberapa hipotesis dan sedang mengumpulkan berbagai kemungkinan terkait permasalahan yang dialami korban," tambah Made.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.