TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Generasi muda dinilai memiliki peran besar dalam menciptakan inovasi untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) sesuai mandat Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
Hal tersebut jadi bahasan utama pada kegiatan SDG Innovation Accelerator for Young Professionals (SDGI) 2026: Closing Ceremony & Solutions Showcase yang digelar di Jakarta, Senin 28 Juli 2026.
Program SDGI 2026 menjadi wadah bagi para profesional muda untuk mengembangkan solusi inovatif terkait tantangan keberlanjutan di lingkungan perusahaan. Tahun ini sebanyak 72 inovator yang tergabung dalam 18 tim dari 18 perusahaan mengikuti rangkaian pelatihan dan pendampingan selama enam bulan.
Presiden UN Global Compact Network Indonesia (IGCN) Y.W. Junardy mengatakan kegiatan tersebut selain menjadi penutupan program juga untuk merayakan lahirnya berbagai inovasi dari generasi muda dan solusi nyata yang berdampak sejalan dengan SDGs.
Menurutnya, dunia usaha memiliki peran besar dalam mempercepat transformasi menuju bisnis yang lebih berkelanjutan. "Dunia usaha memiliki peran penting untuk terus berinovasi, melakukan riset, dan mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam bisnis inti masing-masing," katanya.
UN Resident Coordinator in Indonesia Gita Sabharwal menekankan bahwa pencapaian SDGs membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
"Tidak ada perusahaan, institusi, atau sektor yang dapat mencapai SDGs sendirian. Kita membutuhkan kemitraan, kolaborasi, dan aksi bersama," ujar Gita.
Menurutnya, ide dan inovasi dari profesional muda dapat menjadi solusi untuk menghadapi berbagai tantangan global. "Talenta muda, perspektif baru, dan pemahaman terhadap tantangan nyata memiliki potensi mengubah cara kita menghadapi berbagai persoalan dunia," ucapnya.
Baca juga: Pertama di Indonesia: Jakarta Luncurkan SDGs Corner di Museum Bahari, Libatkan Generasi Muda Jakarta
Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryartono mengatakan, inovasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan.
"Pencapaian SDGs membutuhkan keberanian untuk berinovasi. BRIN akan terus bersinergi dalam mengembangkan inovasi untuk menjawab tantangan bangsa," kata Nunung.
Ia menambahkan, riset dan inovasi menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan nasional. "Riset dan inovasi menjadi fondasi utama untuk memperkuat ketahanan bangsa, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," ujarnya.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A.A. Teguh Sambodo menilai pencapaian SDGs harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. "Pencapaian SDGs tidak dapat dilakukan secara sektoral, tetapi harus dijalankan lebih cepat, cerdas, dan kolaboratif," kata Leonardo.
Baca juga: Dukung SDGs Global, LTLS Gabung ke United Nations Global Compact
Ia menilai program SDGI tidak hanya menghasilkan gagasan baru, tetapi juga membentuk peserta menjadi pemecah masalah yang mampu menghubungkan inovasi dengan kebutuhan bisnis.
"Nilai terbesar dari program ini bukan hanya ide yang dihasilkan, tetapi proses yang membentuk peserta menjadi problem solver dan menghubungkan inovasi dengan peluang bisnis berkelanjutan," ujarnya.
Di acara tersebut, peserta menampilkan hasil inovasi melalui Innovation Booth Showcase dan diumumkan tim terbaik yang akan mewakili Indonesia dalam UN Global Compact Leaders Summit di New York pada September 2026.