Deretan Pejabat Negara yang Mundur Kurun Waktu 2025-2026, Komisaris OJK Serombongan
Suci Rahayu PK July 28, 2026 11:48 AM

TRIBUNJAMBI.COM - Daftar pejabat negara yang mundur dalam kurun waktu 2025 hingga medio 2026.

Terbaru, Perry Warjiyo yang mengundurkan diri darei jabatan Gubernur Bank Indonesia.

Pengunduran diri Perry disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Prasetyo menyebut Perry mundur karena alasan pribadi. Dia tidak menjelaskan alasan tersebut dengan lebih rinci.

Secara total, setidaknya ada 6 pejabat negara yang mundur sejak 2025 hingga pertengahan 2026, berikut daftarnya.

1. Satryo Soemantri Brodjonegoro

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi adalah Mendikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro memutuskan mundur lewat surat pengunduran yang dibuat tanggal 18 Februari 2025.

"Saya baru saja ke Setneg menyerahkan surat pengunduran diri saya sebagai Mendikti Saintek," kata Satryo, Rabu, di Kantor Kemendikti Saintek, Jakarta, sehari kemudian.

"Ya, surat itu saya buat tadi malam jam 12 malam. Tadi saya serahkan ke Setneg untuk disampaikan kepada Presiden," imbuh dia.

Saat itu Satryo mengaku selama empat bulan menjadi Mendikti Saintek, dia telah bekerja secara maksimal dan tulus. 

Namun, jika atasan merasa tak cocok, Satryo memilih mundur dari kursi jabatan Mendikti Saintek

Dia juga mengakui adanya kemungkinan kinerja dirinya yang tak sesuai dengan harapan pemerintah.

Baca juga: Daftar 16 pejabat di Tanjung Jabung Barat yang Dilantik Wabup Katamso

Baca juga: Tak Lagi Berlumpur: 3 Km Jalan Parit Slamet-Simpang Tabu Tanjab Timur Dibeton SKK Migas PetroChina

2.  Mahendra Siregar dan kawan-kawan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar resmi mengundurkan diri dari jabatannya, Jumat (30/1/2026).

"OJK menyampaikan bahwa Ketua Dewan Komisioner OJK, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK), dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) telah menyampaikan pengunduran diri dari jabatannya," tulis keterangan pers OJK yang diterima Tribunnews.

Selain Mahendra, pejabat OJK yang turut mundur adalah Inarno Djajadi (KE PMDK), I. B. Aditya Jayaantara (Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK) dan, Mirza Adityaswara (Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan).

Mahendra Siregar menyatakan, pengunduran dirinya bersama KE PMDK dan DKTK merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan.

"OJK menegaskan bahwa proses pengunduran diri ini tidak mempengaruhi pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan OJK dalam mengatur, mengawasi, serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan secara nasional," tulis OJK.

3. Iman Rachman

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri, Jumat, (30/1/2026). 

Keputusan tersebut diambil setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok selama dua hari terakhir, yang berujung pada penerapan trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham sebanyak dua kali. 

"Teman-teman sudah mengikuti dua hari terakhir bagaimana kondisi market kita dua hari terakhir, walaupun kondisi kita hari ini membaik, saya ingin menyampaikan statement dan ini tidak ada tanya jawab," kata Iman kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta,

"Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia," lanjutnya. 

Dia berharap keputusannya mengundurkan diri merupakan langkah yang terbaik untuk pasar modal. 

Baca juga: 5 Oknum Polisi dan 1 Sipil di Jambi Tersangka Kematian Brigadir EWS, Dijerat Pasal Penganiayaan

4.  Hasan Nasbi (sempat mundur, tetapi kembali)

Hasan Nasbi mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau PCO pada Senin 21 April 2025. Sebelumnya, Hasan mengunggah hari terakhir kerjanya dalam akun Instagram Total Politik.

"Benar surat (mundur) saya sampaikan pada 21 April" kata Hasan saat dikonfirmasi, Selasa, (29/4/2025).

Hasan mengatakan alasan pengunduran dirinya sebagai Kepala PCO sama seperti yang diunggah dalam akun instagram tersebut.

"Sama seperti yang saya sampaikan di Total Politik," katanya.

Dalam akun instagram Total Politik tersebut Hasan mengatakan dirinya sudah beberapa kali menyampaikan dalam podcast bahwa apabila ada suatu pekerjaan atau masalah yang tidak bisa ditangani maka harus tahu diri dan mengambil jalan untuk menepi.

"Tidak perlu heboh-heboh, kita pun harus tahu diri dan kemudian mengambil keputusan untuk menepi. Maka pada hari ini, 21 April 2025, sepertinya saat itu sudah tiba," katanya.

Meski telah mengajukan pengunduran diri, Hasan Nasbi memutuskan menerima kembali penugasan sebagai pimpinan PCO.

Dia menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk loyalitas kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Saya kan loyal sama Presiden. Jadi tahu diri itu bukan sesuatu yang bertentangan dengan loyalitas kan. Tapi begitu diperintahkan untuk melanjutkan ya sudah, kita sebagai bawahan beliau, sebagai anak bawahan beliau ya patuh untuk melanjutkannya,” kata Hasan saat ditemui di Kantor PCO di Gedung Kwarnas, Jakarta pada Selasa (6/5/2025).

5. Nanik S. Deyang

Nanik S. Deyang memutuskan mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Kabar pengunduran diri Nanik disampaikan melalui akun Facebook pribadinya pada Rabu (22/7/2026). Nanik mengaku pengunduran dirinya telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya,” tulis Nanik.

“Karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” ujarnya.

Nanik mengatakan dirinya berat hati untuk mundur dari Kepala BGN. Dia pun harus berangkat ke luar negeri untuk melakukan pengobatan pada hari ini.

“Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju,” katanya.

6. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Perry Warjiyo resmi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia per Senin (27/7/2026).

Pengunduran diri itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Gedung Bank Indonesia, Senin.

“Bahwa per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden,” kata Prasetyo.

"Dalam suratnya hanya menyatakan mengajukan permohonan pengunduran diri oleh karena alasan pribadi." (*)

 

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Baca juga: Tak Lagi Berlumpur: 3 Km Jalan Parit Slamet-Simpang Tabu Tanjab Timur Dibeton SKK Migas PetroChina

Baca juga: Daftar 16 Pejabat Manajerial Baru Kabupaten Tanjabbar yang Dilantik Wabup Katamso

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.