BOLASPORT.COM - Menurut Rizky Ridho, John Herdman memberi kesempatan asistennya Steven Vitoria memimpin timnas Indonesia saat melawan Kamboja.
Asisten pelatih timnas Indonesia, Steven Vitoria mendapat kesempatan memimpin pasukan Garuda di pinggir lapangan saat babak pertama melawan Kamboja pada laga grup A ASEAN Championship 2026, Senin (27/7/2026).
Sementara John Herdman mengawali pertandingan dari tribune VIP Stadion Pakansari sambil tetap terhubung dengan Steven Vitoria.
Barulah di babak kedua, John Herdman turun ke bangku cadangan dan memberikan instruksi dari pinggir lapangan.
Momen ini ditanggapi kapten timnas Indonesia, Rizky Ridho sebagai pembelajaran buat Steven Vitoria.
Menurut bek Persija itu, Steven Vitoria akan dipersiapkan jadi pelatih kepala oleh John Herdman.
"Ya, saya selalu melihat dalam hal yang sangat positif," kata Rizky Ridho dalam wawancara usai pertandingan dilansir BolaSport.com dari RCTI.
"Beliau (John Herdman) selalu kasih kesempatan ini bukan hanya untuk pemain, tapi untuk coaches juga, untuk Steven Vitoria agar lebih baik lagi ke depannya, mungkin sebagai head coach nantinya."
"Jadi di meeting juga dikasih kesempatan Steven duluan, dan pelatih muda di atas."
"Dan akhirnya Coach John datang juga (di babak kedua)."
"Saya kira sebagai pelajaran yang bagus juga buat Steven," tambahnya.
Steven Vitoria adalah pelatih muda yang baru memulai kariernya setelah pensiun sebagai pemain pada Februari 2026 lalu.
Ia adalah mantan kapten timnas Kanada yang pernah diasuh oleh John Herdman.
Adapun sebagai pemain ia sangat berpengalaman karena pernah membela Benfica, Porto, Boavista dan bahkan di Lechia Gdansk bersama Egy Maulana Vikri.
Sementara itu, John Herdman punya dua alasan mengapa ia memantau pertandingan dari tribune.
Pertama ia memberikan kepercayaan kepada para pemain yang ditugasi sebagai pemimpin di lapangan.
"Mengenai alasan saya berada di tribun, ada dua hal," kata John Herdman dalam konferensi pers.
"Pertama, saya ingin memberikan kepercayaan kepada para pemain."
"Kami telah melakukan banyak pekerjaan bersama kelompok kepemimpinan tim."
"Saya merasa kami memiliki enam pemimpin yang luar biasa di dalam skuad ini."
"Mereka tidak selalu membutuhkan pelatih berada di pinggir lapangan."
Kedua, John Herdman juga butuh melihat dari sudut pandang lebih luas taktik yang ia terapkan ke para pemain.
"Selain itu, saya ingin melihat pertandingan dari sudut pandang yang berbeda," ujarnya.
"Agar bisa menilai bagaimana hasil latihan selama tiga minggu terakhir diterapkan ketika tim berada di bawah tekanan, bermain di hadapan ribuan penonton, dan menghadapi lawan yang tangguh."
"Bagi saya, ini adalah malam yang sangat baik," tambahnya.