TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - BLUD UPTD Puskesmas Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat 92 warga terkonfirmasi positif Tuberkulosis (TBC) sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Kasus tersebut tersebar di Kelurahan Anduonohu sebanyak 36 orang, Anggoeya 21 orang, Rahandouna 19 orang, Wundumbatu 10 orang, dan Matabubu enam orang.
Kepala BLUD UPTD Puskesmas Poasia, Asmawati, mengatakan dari total tersebut sebagian merupakan pasien dari rumah sakit yang datanya masuk melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) sesuai domisili.
Sedangkan, kasus lainnya ditemukan melalui skrining kesehatan yang dilakukan di puskesmas yang berada di Jalan Bunggasi ini.
Jaraknya dengan Kantor Balai Kota Kendari sekira 6,5 kilometer (km), waktu tempuh 15 menit berkendara.
Baca juga: 934 Warga Kendari Sulawesi Tenggara Terinfeksi TBC, Pengobatan Gratis Tanpa Syarat di Faskes
Kantor pemerintahan ini beralamat di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, ibu kota Provinsi Sultra.
Setiap masyarakat yang datang berobat di puskesmas terlebih dahulu menjalani skrining kesehatan.
Apabila ditemukan gejala yang mengarah pada TBC, seperti batuk lebih dari dua pekan, pasien akan diarahkan ke ruang pemeriksaan Baugenvile untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh dokter dan perawat.
“Kalau hasil pemeriksaan positif, pasien langsung mendapatkan obat dan menjalani pengobatan selama enam bulan,” kata Asmawati kepada Tribunnewssultra.com, Selasa (28/7/2026).
Ia menyampaikan seluruh layanan pengobatan TBC diberikan secara gratis dan ditanggung melalui BPJS.
Baca juga: Cegah DBD dan TBC, PT Vale IGP Pomalaa Gandeng Puskesmas Baula Edukasi Warga di Puundoho Kolaka
Masyarakat yang ingin menjalani pengobatan cukup membawa KTP saat datang ke puskesmas.
Adapun gejala TBC yang perlu diketahui yakni, batuk lebih dari dua minggu, demam, keringat berlebih pada malam hari.
Kemudian, penurunan berat badan secara drastis, berkurangnya nafsu makan, hingga batuk disertai darah.
“Masyarakat yang mengalami gejala tersebut sebaiknya segera memeriksakan diri ke puskesmas agar bisa ditangani lebih cepat,” tuturnya.
Untuk mempercepat penemuan kasus, Puskesmas Poasia terus melakukan skrining kesehatan dan edukasi kepada masyarakat melalui program cek kesehatan gratis di setiap kelurahan.
Kelurahan yang menjadi fokus Puskesmas Poasia di antaranya Anduonohu, Anggoeya, Rahandouna, dan Matabubu.
Masing-masing wilayah ditargetkan menjangkau 100 orang dalam kegiatan skrining.
“Kami mengimbau masyarakat tidak menunda pemeriksaan kesehatan meski belum merasakan keluhan berat, karena deteksi dini dan pengobatan hingga tuntas menjadi kunci memutus rantai penularan TBC,” jelasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)