Satu Keluarga Dibantai, Ayah dan Anaknya Tewas Serta Ibu Luka, Pelaku Dendam Imbas Persaingan Kerja
Murhan July 28, 2026 12:50 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Satu keluarga dibantai imbas dendam karena persaingan kerja. Akibatnya suami dan anak tewas, sedangkan istri luka kena tikaman.

Ini menimpa karyawan Rumah Potong Ayam (RPA) di Jl PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Dalam peristiwa itu, korban adalah suami istri dan anak berusia dua tahun. 

Suami dan anak tewas sementara, istri korban selamat setelah ditikam pelaku.

Pelaku diduga adalah karyawan rumah potong ayam tersebut tersebut berinisial AK.

Tetangga korban, Bahtiar mengatakan pembunuhan tersebut terjadi pada Minggu (26/7/2026) pukul 22.00 Wita.

Baca juga: Protes Pemadaman Listrik Bergilir di Kalsel, Empat Pemuda Bawa Obor di Kantor PLN Banjarmasin

Menurutnya, korban pria sempat melakukan perlawanan terhadap terduga pelaku yang diketahui bernama Aan Kurniawan (33).

Bahtiar mengatakan, korban diduga mengetahui adanya darah di sekitar lokasi kejadian.

Darah tersebut, kata dia, tidak hanya terlihat di tempat tidur, tetapi juga berada di luar kamar.

"Saya menduga Dia (korban) sempat melakukan perlawanan karena melihat darah bukan hanya di kasur, tetapi sampai di luar kamar," kata Bahtiar saat diwawancarai TribunPalu.com, Senin (27/7/2026).

Setelah kejadian, Bahtiar mengaku sempat melihat ke dalam lokasi.

Saat itu, ia mendapati seorang anak laki-laki berusia sekitar dua tahun telah meninggal dunia.

Bahtiar mengatakan, berdasarkan penglihatannya, anak tersebut tidak terlihat mengalami luka tusukan.

Namun, wajah anak itu disebut tampak membiru.

Ia menduga, bocah tersebut kemungkinan meninggal setelah dibekap.

"Anaknya tidak ada luka tusukan. Mukanya membiru, diduga dibekap menggunakan bantal atau kasur," ujarnya.

Sementara itu, korban pria ditemukan mengalami luka parah pada bagian tubuhnya.

Menurut Bahtiar, luka tersebut berada di bagian perut hingga menyebabkan bagian dalam tubuh korban terlihat.

"Kalau yang laki-laki, lukanya parah. Kemungkinan ditusuk dan seperti dibeset," katanya.

Bahtiar menambahkan, korban dan terduga pelaku diketahui sama-sama bekerja di rumah potong ayam milik seseorang bernama Aji.

Selamat dari Pembunuhan

Nurhanisa, istri korban berhasil selamat setelah menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah.

Nurhanisa mengatakan saat malam kejadian, dia terbangun karena hendak buang air kecil.

Melangkah keluar dari kamar mandi, Nurhanisa melihat sosok SK di area penggilingan ayam menggenggam dua bilah pisau jagal. 

Nurhanisa berteriak menanyakan maksud kedatangannya, namun Aan justru membalas dengan gertakan dingin agar ia diam.

Panik luar biasa membakar dada Nurhanisa. Ia berbalik dan berlari sekuat tenaga menuju kamar untuk membarikade diri.

Pelaku menerobos masuk, memegang tangan Nurhanisa, lalu menghujamkan pisau ke tubuhnya tanpa belas kasihan.

Meski tubuhnya bersimbah darah dan digerogoti rasa sakit yang luar biasa, naluri bertahan hidup Nurhanisa tidak padam.

Begitu pelaku menjauh, dengan sisa-sisa tenaga ia berusaha bangkit dan merayap mencari telepon genggam untuk menghubungi keluarga.

Sayang, ponsel itu tak kunjung ditemukan.

Dalam kondisi kritis dan tak sanggup lagi berdiri, Nurhanisa mengumpulkan napasnya yang tersisa berteriak meminta pertolongan dan didengar tetangga.

Warga yang panik segera mendobrak gembok pintu rumah dan mendapati Nurhanisa terkulai tak berdaya sebelum akhirnya melarikannya ke rumah sakit.

Berasal dari Satu Kampung

Polresta Palu menegaskan bahwa terduga pelaku tidak memiliki hubungan keluarga dengan para korban.

Berdasarkan keterangan dari pemilik usaha, korban dan terduga pelaku hanya berasal dari kampung yang sama, bukan memiliki hubungan keluarga.

"Menurut keterangan pemilik usaha, korban dan terduga pelaku tidak memiliki hubungan keluarga," kata Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismailboby, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, pemilik usaha hanya memiliki hubungan satu kampung dengan ibu dari terduga pelaku.

Sementara itu, korban Jamil dan istrinya, Nur Hanissa, justru diketahui masih memiliki hubungan keluarga karena merupakan sepupu.

Saat ini, Satreskrim Polresta Palu masih memburu terduga pelaku berinisial AK yang identitasnya telah dikantongi penyidik.

Persaingan Tidak Sehat

Pembunuhan tersebut diduga berawal dari persaingan tidak sehat antara korban dan terduga pelaku.

Berdasarkan keterangan yang dihimpunnya dari pemilik usaha pemotongan ayam, perselisihan di antara keduanya telah berlangsung cukup lama akibat riwayat persaingan yang tidak sehat.

"Dari pengakuannya bos yang punya tempat potong ayam ini, korban dan pelaku biasanya memang sering saling lapor ke bosnya," ujar Bahtiar.

Kebiasaan saling menyudutkan di hadapan sang bos itu lambat laun memicu kekesalan mendalam hingga akhirnya bertransformasi menjadi dendam pribadi.

Bahtiar menduga ada ucapan atau laporan sensitif yang memicu sakit hati mendalam pada salah satu pihak.

"Kalau penyebab utamanya saya dengar sih masalah dendam. Tidak tahu pasti dendamnya soal apa, tapi mungkin terduga pelaku pernah mendengar perkataan yang tidak enak atau laporan yang merugikan dia," tuturnya.

Gubernur Ikut Bersuara

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, meminta aparat kepolisian segera mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan yang menewaskan seorang ayah dan anak di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.

Permintaan tersebut disampaikan Anwar Hafid menyusul peristiwa berdarah yang terjadi di Jalan Sungai Manonda, Lorong PDAM, Minggu (26/7/2026) malam.

Dalam peristiwa itu, Jamil (30) dan putranya yang berusia dua tahun, Riski, meninggal dunia. Sementara istri Jamil, Nur Hanisa (23), selamat meski mengalami luka dan masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Palu.

Anwar Hafid menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas tragedi yang merenggut dua nyawa tersebut.

Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, sedangkan korban yang meninggal mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum Jamil dan ananda Riski mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, sementara Ibu Nur Hanisa diberikan kekuatan, kesembuhan, dan ketabahan untuk melewati cobaan yang sangat berat ini," ujar Anwar Hafid.

Menurutnya, kasus tersebut merupakan tindak kejahatan yang sangat keji karena turut merenggut nyawa seorang anak yang masih berusia dua tahun.

Karena itu, ia meminta Polda Sulawesi Tengah dan Polresta Palu mengerahkan seluruh kemampuan untuk mengusut tuntas perkara tersebut.

"Ini adalah kejahatan yang sangat keji dan telah merenggut nyawa orang yang tidak bersalah, termasuk seorang anak yang baru berusia dua tahun. Saya meminta aparat kepolisian bergerak cepat, mengusut tuntas kasus ini, dan segera menangkap pelakunya agar rasa keadilan bagi keluarga korban dapat ditegakkan," tegasnya.

Anwar Hafid juga mengajak masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa tersebut untuk membantu proses penyelidikan dengan melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Menurutnya, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar pelaku segera ditemukan dan tidak menimbulkan keresahan di tengah warga.

"Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus mendukung langkah-langkah aparat penegak hukum dalam mengungkap kasus ini hingga tuntas. Semoga pelaku segera ditangkap, keluarga korban memperoleh keadilan, dan kejadian serupa tidak pernah terulang kembali di bumi Sulawesi Tengah," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.