TRIBUNSUMSEL.COM -- Peristiwa tragis yang menimpa seorang terduga pencuri ayam di Bali hingga tewas akibat aksi main hakim sendiri oleh warga terus memicu gelombang simpati dan perhatian publik.
Kasus ini kian menyita perhatian setelah rekaman video yang memperlihatkan tangisan histeris anak korban saat prosesi pemakaman beredar luas di media sosial.
Penyanyi papan atas tanah air, Rossa, menjadi salah satu figur publik yang turut memberikan respons mendalam terkait insiden kelam tersebut.
Saat ditemui di kawasan Depok, Jawa Barat, Minggu (26/7/2026) malam, pelantun lagu "Tegar" itu tak dapat menyembunyikan rasa duka dan keprihatinannya.
"Waduh sedih banget ya, masyaAllah," kata Rossa ketika memberikan tanggapannya, dikutip dalam Tribunnews.com, Selasa (28/7/2026).
Baca juga: Blak-blakan Soal Hubungannya dengan Afgan, Rossa Ungkap Alasan Tak Lanjut ke Pelaminan
Wanita yang akrab disapa Ocha ini mencoba melihat permasalahan secara menyeluruh.
Di satu sisi, ia memahami bahwa berbagai tekanan ekonomi yang dialami masyarakat saat ini sering kali menjadi pemicu maraknya aksi kriminalitas.
Namun di sisi lain, ia menegaskan bahwa tindakan menghakimi massa hingga merenggut nyawa seseorang sama sekali tidak memiliki pembenaran dalam hukum maupun norma kemanusiaan.
"Ya kayak zaman sekarang ini juga mungkin in this economy ya, dan dengan banyak kesulitan yang kita hadapi, ya memang mungkin kita dituntut untuk lebih banyak istighfar ya," ucapnya.
Tidak hanya menyoroti aksi pengeroyokan itu sendiri, penyanyi berusia 47 tahun tersebut juga menaruh perhatian pada dampak penyebaran konten kekerasan di ruang digital.
Menurut pemilik nama lengkap Sri Rossa Roslaina Handiyani ini, gempuran narasi main hakim sendiri di media sosial turut memengaruhi kondisi emosional dan ketenangan jiwa masyarakat luas.
Ia mengaku ikut merasa stres dan prihatin menyaksikan begitu mudahnya publik tersulut emosi di era digital saat ini.
Sebagai seorang ibu, rasa empati Rossa kian terenyuh ketika memikirkan nasib anak-anak yang harus kehilangan orang tua mereka dalam situasi tragis seperti ini.
"Sedih banget, apalagi aku kan ada anak bayi ya, kalau lihat anak-anak kecil yang kurang beruntung," sambungnya.
Baca juga: Rezeki Keluarga Terduga Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok di Bali, Rumah Dibedah & Sekolah Anak Dijamin
Lebih lanjut, Rossa menilai bahwa fenomena main hakim sendiri di tengah masyarakat pada dasarnya timbul akibat kegagalan individu dalam mengendalikan amarah dan meluapkan amuk massa secara berlebihan.
Oleh karena itu, ia mengingatkan kembali tentang asas kesetaraan antar-manusia yang seharusnya menjadi landasan dalam berinteraksi.
"Kita harus sama-sama tahu bahwa kita tuh sama-sama manusia loh. Terlepas dari pangkat, dari derajat, pekerjaan, penghasilan, kita semuanya sama di mata Allah," ungkapnya.
Ia mengajak masyarakat luas untuk menyikapi setiap permasalahan dengan lebih tenang, menahan diri dari tindakan kekerasan, serta mengedepankan kebaikan.
"Mungkin ini pengingat buat diri aku sendiri dan juga mengingatkan sama teman-teman semuanya juga. Kita ya udah lah sekarang lebih baik gimana caranya supaya kita bisa selalu berbuat baik," ujar Rossa.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com