BANJARMASINPOST.CO.ID - Warga Desa Tikke, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat menangkap buaya sepanjang 4,5 meter.
Buaya itu diduga menyerang Ramasa di Muara Dusun Tikke Muara beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Ramasa diterkam buaya saat mencari kerang (tude) bersama rekannya, Sedo, di kawasan muara Dusun Tikke Muara pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.
Mayatnya ditemukan sekitar pukul 20.15 Wita setelah dilakukan pencarian oleh warga bersama aparat.
Penangkapan reptil berukuran sekitar 4,5 meter itu dilakukan oleh warga bersama tim pemerhati satwa yang dipimpin pawang buaya asal Kabupaten Mamuju Tengah, Ramli, Sabtu (25/7/2026) sore.
Baca juga: Kondisi Tubuh Bocah SD Umur Delapan Tahun yang Diterkam Buaya di Sungai Cantung Kotabaru Kalsel
Selama ini warga memang mencari buaya yang diduga menjadi penyebab tewasnya Ramasa saat mencari kerang di kawasan muara.
Proses penangkapan berlangsung dramatis karena buaya berada di dalam air dan terus melakukan perlawanan.
Puluhan warga bersama tim pemerhati satwa berjibaku selama beberapa waktu untuk melumpuhkan buaya tersebut.
Salah seorang warga yang ikut dalam proses penangkapan mengatakan, tim sempat menggunakan tombak dan senapan untuk melumpuhkan buaya karena posisinya berada di dalam air dan sulit didekati.
Setelah berhasil dikuasai, buaya itu kemudian diikat menggunakan tali dan diseret dengan perahu menuju bibir pantai.
Puluhan warga tampak mengawal proses evakuasi hingga buaya tersebut berhasil dibawa ke daratan.
Anggota tim pemerhati satwa, Rio, saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Senin (27/7/2026), mengatakan buaya yang ditangkap memiliki panjang sekitar 4,5 meter.
"Proses penangkapannya cukup lama karena posisi buaya berada di dalam air. Tim bersama warga harus bekerja ekstra hingga akhirnya berhasil menguasai buaya tersebut," ujar Rio.
Setelah diamankan, buaya itu kemudian dibedah pada Minggu (26/7/2026) untuk memastikan apakah merupakan buaya yang menerkam Ramasa.
Di dalam perut buaya ditemukan potongan tubuh korban yang sudah tinggal tulang belulang.
Temuan tersebut sekaligus memastikan bahwa buaya yang ditangkap merupakan predator yang menyerang dan menewaskan Ramasa di kawasan muara Dusun Tikke Muara.
"Dari hasil pembedahan ditemukan sisa-sisa tubuh korban berupa tulang belulang. Dengan temuan itu dapat dipastikan buaya ini merupakan buaya yang menerkam korban," kata Rio.
Ia menjelaskan, kepastian tersebut sekaligus mengakhiri pencarian yang dilakukan tim pemerhati satwa sejak beberapa hari terakhir atas permintaan keluarga korban dan pemerintah desa.
Sebelumnya, tim telah menangkap beberapa ekor buaya di lokasi yang sama.
Salah satu buaya ditemukan mati akibat terkena mata kail saat proses penangkapan.
Namun setelah dilakukan pembedahan terhadap buaya tersebut, tidak ditemukan bagian tubuh manusia di dalam perutnya sehingga dipastikan bukan pelaku serangan terhadap Ramasa.
Karena itu, pencarian terus dilanjutkan hingga akhirnya buaya berukuran 4,5 meter tersebut berhasil ditemukan.
Kronologi Ramasa Diserang Buaya
Saat itu Sedo melihat seekor buaya mendekati korban dan sempat berteriak memperingatkan agar Ramasa segera naik ke daratan.
Namun beberapa saat kemudian ia hanya mendengar korban berteriak "Allahu Akbar" sebelum akhirnya menghilang ke dalam air.
Korban kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 20.15 Wita setelah dilakukan pencarian oleh warga bersama aparat.
Dengan ditemukannya potongan tubuh korban di dalam perut buaya hasil tangkapan tersebut, tim pemerhati satwa memastikan bahwa pencarian terhadap buaya pemangsa Ramasa telah membuahkan hasil dan identitas predator yang selama ini dicari akhirnya terungkap.
Serangan buaya hingga menyebabkan tewas juga terjadi di Kalimantan Selatan, yakni Kotabaru. Upaya pencarian Dani, bocah 8 tahun yang diterkam buaya di Sungai Cantung, Desa Sungai Kupang, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan akhirnya dihentikan, Rabu (15/7/2026).
Operasi ditutup setelah korban yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan sekitar pukul 15.30 wita oleh tim gabungan yang menyisir lokasi kejadian.
Bocah kelas 2 SD tersebut ditemukan meninggal, sekitar 150 meter dari titik lokasi terakhir ia terlihat.
Jenazah korban pun langsung dievakuasi tim gabungan, untuk dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada keluarga untuk prosesi pemakaman.
Kepala Desa Sungai Kupang, Muhammad Saleh, turut menyampaikan belasungkawa yang menimpa warganya ini.
Pihaknya juga mengapresiasi seluruh tim gabungan dan warga yang tanpa henti membantu proses pencarian hingga ditemukan.
"Terima kasih kepada seluruh unsur yang telah bekerja keras hingga korban berhasil ditemukan. Ke depan, kami akan memperkuat upaya pencegahan bersama instansi terkait agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, " ucapnya.
Sementara itu, perwakilan BPBD Kotabaru, Muhammad Fahmi, mengatakan operasi pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi arus sungai yang cukup deras dan air yang keruh sehingga menyulitkan proses pencarian.
"Tapi Alhamdulillah dengan upaya dan kerjasama yang optimal, pencarian akhirnya berbuah hasil," pungkasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)