'Rujak Amerika' Tawarkan Rujak Unik dengan Paduan Degan yang Gurih
GH News July 28, 2026 02:08 PM
Semarang -

Jika biasanya rujak buah disajikan dengan saus gula merah saja, maka berbeda dengan rujak degan buatan 'Rujak Amerika'. Rujak ini unik karena disajikan di batok kelapa muda alias degan.

Kedai Rujak Amerika di Jalan Prof Dr Hamka, Kecamatan Ngaliyan, Semarang, mencuri perhatian dengan menu barunya. Namanya rujak degan yang dikreasikan oleh penjualnya, Arif (46).

Tangannya terlihat lihai memotong aneka buah dan menyerutnya menjadi kecil-kecil. Begitu batok kelapa berisi degan datang dari penjual es degan di sampingnya, Arif langsung memasukkan buah yang diserut ke dalam batok dan menambahkan bumbu rujak di atasnya.

Saat dicoba, rasa rujak degan hampir sama seperti rujak pada umumnya. Namun ada rasa segar yang muncul dari serutan kelapa serta buah-buahan yang sudah tercampur. Bumbu rujak pun sedikit berair karena tercampur sisa-sisa air kelapa muda.

Sementara air dari degan itu disajikan terpisah di sebuah gelas, yang rupanya mampu menetralisir lidah dari pedasnya bumbu rujak buatan Arif. Jika ada pembeli yang hendak membungkus, Arif pun menyajikannya menggunakan batok kelapa.

"Ini rujak degan varian baru dari Kedai Rujak Amerika. Lain dari yang lain pokoknya," kata Arif saat ditemui di lapaknya, Jumat (17/7/2026).

Rujak degan yang dijual Kedak Rujak Amerika di Jalan Prof Dr Hamka, depan SDN 4 Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (17/7/2026).Kedak Rujak Amerika di Jalan Prof Dr Hamka, depan SDN 4 Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (17/7/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Bapak tiga anak itu mengatakan, menu tersebut lahir tanpa perencanaan panjang. Ide rujak degan justru muncul saat ia iseng mencoba mencampur degan yang dijual teman di samping lapaknya, dengan rujak buatannya.

"Tadinya sih coba-coba, nyobain samping kan ada jualan es degan itu. Coba tak kasih sambal, kok kayaknya enak," ucapnya.

Arif pun mengirimkan video rujak degan itu kepada istrinya di rumah, yang kemudian menjualnya di media sosial. Tak disangka, rujak degan itu membuat banyak orang penasaran dan langsung membeli.

Dari percobaan sederhana itu, lahirlah menu yang kini menjadi salah satu andalan di kedainya. Menurut Arif, perpaduan buah, degan, dan sambal, menghadirkan sensasi rasa yang berbeda. Serutan kelapa membuat sambal rujak terasa lebih gurih tanpa menghilangkan cita rasa pedas dan segarnya buah.

"Respons orang beda-beda, banyak. Banyak jenisnya. (Sempat trial and error?) Nggak ada sih, langsung aja," ungkapnya.

Setiap porsi rujak degan dibanderol harga Rp 35 ribu, sedangkan rujak serut maupun rujak potong dijual Rp 15 ribu per porsinya. Meski harga buah dan kelapa sempat naik, ia mengaku belum menaikkan harga jual.

"Isinya mix (campur) sama buah-buah rujak semua ada, nanas, kedondong, mangga, pepaya, bengkoang, dicampur semua," ungkapnya.

"Rasanya lain, ini dicampur sama parutan kelapanya itu jadi agak kayak santan, santan pedas gitu. Air degannya terserah mau dicampur atau mau diminum sendiri," lanjutnya.

Rujak degan yang dijual Kedak Rujak Amerika di Jalan Prof Dr Hamka, depan SDN 4 Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (17/7/2026).Rujak degan yang unik karena disajikan di batok kelapa muda. Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Kedai Rujak Amerika sendiri buka pukul 10.00-17.00 WIB. Dalam sehari, Arif bisa menjual sekitar 20-30 batok. Terkadang, ia akan tutup pukul 16.00 WIB karena bahan-bahan sudah habis seluruhnya.

Pria asal Mangkang itu pun mengaku sudah berjualan rujak di lokasi itu selama 16 tahun, setelah berhenti dari pekerjaannya sebagai sopir truk. Sementara rujak degan baru hadir sekitar 5 tahun terakhir. Menariknya, nama 'Rujak Amerika' bukan lahir dari idenya sendiri.

"Kalau namanya 'Rujak Amerika' itu dulu kan belum dikasih nama, terus gerobak ini dulu ada bendera Amerikanya, orang-orang tahunya 'itu rujak Amerika', ya sudah. Namanya dari pelanggan sendiri, bukan kita," jelasnya.

Artikel ini sudah tayang di detikjateng dengan judul "Uniknya Rujak Amerika di Semarang, Disajikan Pakai Batok Kelapa"

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.