SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Masa depan Sriwijaya FC menghadapi kompetisi Liga Nusantara 2026/2027 kembali menjadi sorotan.
Suporter meminta kejelasan dari PT Digi Sport Asia selaku pemegang saham mayoritas Laskar Wong Kito terkait langkah pengelolaan klub ke depan.
Capo Tifoso Ultras Palembang, Qusoi SH, mendesak PT Digi Sport Asia segera memberikan kepastian apakah masih sanggup mengelola Sriwijaya FC atau tidak.
Menurutnya, apabila pihak Digi Sport tidak lagi mampu mengurus klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan tersebut, lebih baik pengelolaan diserahkan kepada pihak lain atau saham klub dijual kepada pengusaha lokal Sumsel.
"Kami berharap dan meminta ketegasan dari pihak Digi Sport bagaimana ke depannya. Kalau memang tidak mampu, ya sudah. Untuk musim ini serahkan total, silakan dikelola Pak Wapres David dan Coach Ferry. Atau kalau sudah tidak mampu lagi, jual saja," tegas Qusoi kepada Sripoku.com, Selasa (28/7/2026).
Qusoi mengaku bersyukur dengan kembalinya Wakil Presiden Sriwijaya FC Mohammad David untuk membantu mengurus Laskar Wong Kito. Ia juga mengapresiasi keputusan Ferry Rotinsulu yang dipercaya menjadi pelatih kepala Sriwijaya FC musim ini.
Menurutnya, kedua sosok tersebut memiliki komitmen besar untuk membangkitkan kembali kejayaan Sriwijaya FC dan berjuang membawa klub kembali ke Liga 2.
"Coach Ferry dan Pak Wapres David pasti akan mati-matian membangun tim agar SFC bisa kembali naik kasta. Namun masalahnya bukan hanya soal membentuk tim," ujar Qusoi.
Ia menilai perjuangan membangun skuad terbaik akan menjadi sia-sia apabila persoalan internal kembali muncul di tengah perjalanan kompetisi.
Qusoi mencontohkan kondisi musim sebelumnya ketika Mohammad David sempat mundur dari jajaran pengurus Sriwijaya FC akibat persoalan internal.
"Kami berharap Digi Sport memberikan ketegasan. Apabila tidak mampu lagi mengelola SFC musim ini, tolong serahkan sepenuhnya kepada Pak Wapres David dan Coach Ferry untuk menangani tim," katanya.
Selain itu, Qusoi juga meminta apabila PT Digi Sport Asia memang tidak sanggup melanjutkan pengelolaan Sriwijaya FC, agar saham klub dapat dilepas kepada pengusaha-pengusaha asal Sumatera Selatan.
Menurutnya, masih banyak tokoh dan pengusaha Sumsel yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan Sriwijaya FC.
"Jangan sampai Digi Sport semakin mengalami kerugian. Kalau memang tidak mau melanjutkan, lebih baik dijual kepada pengusaha Sumsel yang ingin membangun klub ini," ujarnya.
Qusoi menilai PT Digi Sport Asia telah merasakan bahwa mengelola klub sepak bola profesional bukan perkara mudah.
Meski sebelumnya berhasil memenangkan proses hukum terkait kepemilikan saham, perjalanan membangun klub tetap membutuhkan komitmen besar.
"Boro-boro mendapatkan keuntungan, yang ada bisa mengalami kerugian. Kami berharap Digi Sport tidak semakin terpuruk," katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan Sriwijaya FC memiliki modal besar untuk kembali bangkit. Selain nama besar klub, Laskar Wong Kito juga memiliki basis suporter yang sangat militan.
Menurutnya, banyak klub Liga 1 saat ini membutuhkan dukungan suporter ketika mencari kandang maupun membangun atmosfer pertandingan.
• David Kantongi Pemain Potensial Piala Askot PSSI Palembang, Siap Trial Latihan Perdana Sriwijaya FC
"Kekuatan SFC adalah nama besar dan militansi suporternya. Sriwijaya FC adalah marwah Sumatera Selatan, bukan hanya sekadar klub sepak bola," ungkapnya.
Qusoi berharap Mohammad David dan Ferry Rotinsulu dapat membawa kembali kejayaan Sriwijaya FC serta mengembalikan kebanggaan masyarakat Sumsel.
"Pak Wapres David dan Coach Ferry berjuang mati-matian untuk membangkitkan marwah provinsi ini lagi. Karena Sriwijaya FC adalah identitas lokal kita," pungkasnya.