SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Kabar membanggakan datang dari dunia otomotif internasional.
Pembalap muda Indonesia, Muhammad FA Wibowo, berhasil meraih podium tertinggi dalam ajang Campionato Italiano Round 4 kelas GR3 yang berlangsung di Sirkuit Val Vibrata, Italia.
Prestasi tersebut diketahui melalui unggahan akun Instagram @muhammad_race, yang memperlihatkan keberhasilan Muhammad FA Wibowo menjadi juara setelah melewati persaingan ketat dengan pembalap lainnya.
Keberhasilan pembalap muda Indonesia ini turut menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.
Pasalnya, Muhammad FA Wibowo diketahui merupakan cicit dari Almarhum Muhammad Achmad, Pesirah Marga Bunga Mayang atau Limas Bunga Mayang, salah satu tokoh bersejarah di wilayah OKU Timur.
Perjalanan Muhammad FA Wibowo menuju podium juara tidaklah mudah. Pada sesi kualifikasi, ia hanya mampu menempati posisi ke-13.
Persaingan ketat membuat posisinya sempat naik turun pada setiap heat balapan.
Pada Heat 1, Muhammad FA Wibowo harus puas finis di posisi ke-20. Namun, ia mampu bangkit pada Heat 2 dengan menyelesaikan balapan di posisi kelima.
Performa positif kembali ditunjukkan pada Heat 3 dengan finis di posisi kesembilan, sebelum mengakhiri sesi prefinal di urutan ketujuh.
Hasil tersebut membuat Muhammad FA Wibowo harus memulai balapan final dari posisi ke-19.
Meski berada cukup jauh dari barisan depan, pembalap muda Indonesia itu tetap tampil percaya diri. Dengan strategi yang tepat dan kemampuan membaca peluang, ia perlahan memperbaiki posisi.
Satu per satu lawan berhasil dilewati melalui aksi overtake hingga akhirnya Muhammad FA Wibowo mampu merebut posisi terdepan dan menyentuh garis finis sebagai juara pertama.
Kemenangan tersebut menjadi bukti kemampuan Muhammad FA Wibowo bersaing di level internasional sekaligus menunjukkan mental juara saat menghadapi tekanan di lintasan.
Prestasi di Italia ini tidak hanya mengharumkan nama Indonesia dalam ajang balap gokart Eropa, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat OKU Timur karena sang pembalap memiliki hubungan darah dengan keluarga Pesirah Marga Bunga Mayang.