TRIBUNPEKANBARU.COM - Tragedi pembunuhan terjadi di sebuah Rumah Potong Ayam (RPA) di Jl PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Dalam peristiwa Minggu (26/7/2026) malam itu, Jamil (30) dan putranya yang berusia dua tahun, Riski, meninggal dunia.
Sementara istri Jamil, Nur Hanisa (23), selamat meski mengalami luka dan masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Palu.
Pelaku adalah rekan kerja korban berinisial AK (33).
Nur Hanisa merupakan satu-satunya korban yang selamat dalam tragedi tersebut.
Tangan gemetar memegang luka, Nurhanisa menceritakan detik-detik mencekam saat ia lolos dari maut.
Setelah melewati masa kritis dan menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Palu, kondisi fisik satu-satunya korban selamat dalam tragedi pembunuhan satu keluarga ini kini berangsur membaik.
Dengan sisa keberanian yang ada, ia mulai memecah keheningan dan membuka tabir teror malam yang telah merenggut nyawa suami serta anak balitanya.
Malam yang semula tenang berbalik menjadi mimpi buruk saat Nurhanisa terbangun untuk buang air kecil.
Melangkah keluar dari kamar mandi, pandangannya menangkap gerakan mencurigakan di area penggilingan ayam.
Baca juga: Jangan Bunuh Saya, Tetangga Korban Pembunuhan Sekeluarga Sempat Dengar Teriak Minta Tolong
Di balik kegelapan, sosok yang tak asing baginya berdiri tegak. Pria itu adalah AK yang malam itu menggenggam dua bilah pisau jagal di kedua tangannya.
Terkejut melihat senjata tajam tersebut, Nurhanisa berteriak menanyakan maksud kedatangannya, namun Aan justru membalas dengan gertakan dingin agar ia diam.
Panik luar biasa membakar dada Nurhanisa. Ia berbalik dan berlari sekuat tenaga menuju kamar untuk membarikade diri.
Namun nasib berkata lain, langkah pelaku jauh lebih cepat.
Pelaku menerobos masuk, memegang tangan Nurhanisa, lalu menghujamkan pisau ke tubuhnya tanpa belas kasihan.
Meski tubuhnya bersimbah darah dan digerogoti rasa sakit yang luar biasa, naluri bertahan hidup Nurhanisa tidak padam.
Begitu pelaku menjauh, dengan sisa-sisa tenaga ia berusaha bangkit dan merayap mencari telepon genggam untuk menghubungi keluarga.
Sayang, ponsel itu tak kunjung ditemukan.
Dalam kondisi kritis dan tak sanggup lagi berdiri, Nurhanisa mengumpulkan napasnya yang tersisa berteriak meminta pertolongan.
Rintihan pilu itu akhirnya memecah malam dan terdengar oleh seorang tetangga.
Ketika tetangganya bertanya dari luar, Nurhanisa membalas dengan jeritan merinding, meminta tolong karena telah ditusuk dan tak bisa lagi bangun.
Warga yang panik segera mendobrak gembok pintu rumah dan mendapati Nurhanisa terkulai tak berdaya sebelum akhirnya melarikannya ke rumah sakit.
Secara medis, nyawa Nurhanisa berhasil diselamatkan oleh tim dokter.
Namun duka teramat dalam telah menunggunya saat terbangun, ketika mengetahui sang suami, Jamil, dan buah hati mereka yang baru berusia dua tahun meninggal dunia di lokasi kejadian akibat aksi keji pelaku.
Kesaksian langsung dari Nurhanisa kini menjadi petunjuk paling terang bagi Satreskrim Polresta Palu untuk terus memburu AK yang kini berstatus buron, demi menuntaskan perburuan dan memberikan keadilan bagi keluarga yang koyak tersebut.
Bahtiar, tetangga korban mengatakan peristiwa yang menimpa keluarga Nurhanisa terjadi sekitar pukul 22.00 Wita.
Bahtiar menduga korban pria sempat melakukan perlawanan terhadap pelaku sebelum akhirnya tewas.
"Saya menduga Dia (korban) sempat melakukan perlawanan karena melihat darah bukan hanya di kasur, tetapi sampai di luar kamar," kata Bahtiar saat diwawancarai TribunPalu.com, Senin (27/7/2026).
Setelah kejadian, Bahtiar mengaku sempat melihat ke dalam lokasi.
Saat itu, ia mendapati seorang anak laki-laki berusia sekitar dua tahun telah meninggal dunia.
Bahtiar mengatakan, berdasarkan penglihatannya, anak tersebut tidak terlihat mengalami luka tusukan.
Namun, wajah anak itu disebut tampak membiru.
Ia menduga, bocah tersebut kemungkinan meninggal setelah dibekap.
"Anaknya tidak ada luka tusukan. Mukanya membiru, diduga dibekap menggunakan bantal atau kasur," ujarnya.
Sementara itu, korban pria ditemukan mengalami luka parah pada bagian tubuhnya.
Menurut Bahtiar, luka tersebut berada di bagian perut hingga menyebabkan bagian dalam tubuh korban terlihat.
"Kalau yang laki-laki, lukanya parah. Kemungkinan ditusuk dan seperti dibeset," katanya.
Korban dan terduga pelaku berinisial AK disebut sama-sama bekerja di rumah potong ayam milik seseorang bernama Aji.
Polisi pun mengamini identitas pelaku tersebut.
Korban dan pelaku hanya sebatas rekan kerja, tak ada hubungan keluarga.
Namun, korban dan pelaku diketahui berasal dari kampung yang sama.
"Pelaku dan korban satu tempat kerja di pemotongan ayam," kata Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP lsmailboby.
Hingga kini polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.'
( Tribunpekanbaru.com / Tribunpalu )