Momen Terakhir Terduga Maling Ayam di Tabanan dengan Keluarga, Sempat Serahkan Uang Jutaan
Talitha Daren July 28, 2026 03:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Momen terakhir KD sebelum ditemukan meninggal dunia masih dikenang oleh keluarga.

Pria berusia 38 tahun itu ternyata sempat meninggalkan kenangan yang tak akan dilupakan beberapa hari sebelum jasadnya ditemukan di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Saat itu, KD menyerahkan uang sebesar Rp2,7 juta untuk biaya pendidikan anak keduanya yang bersekolah di sekolah swasta.

Tidak ada firasat bahwa pertemuan tersebut akan menjadi perjumpaan terakhir dengan keluarganya.

Kisah mengharukan itu diungkapkan oleh sepupu korban, Made Parta, yang menyebut KD menghilang setelah menyerahkan uang tersebut dan tak kunjung pulang selama tiga hari.

Hingga akhirnya, keluarga didatangi kepala dusun dan perbekel yang membawa kabar adanya penemuan jenazah di kawasan Baturiti pada Jumat (24/7/2026).

Mendengar informasi tersebut, Made Parta langsung menuju Polsek Baturiti sebelum diarahkan ke RSUD Tabanan untuk melakukan proses identifikasi.

Kecurigaan keluarga pun menjadi kenyataan setelah jenazah yang ditemukan dipastikan merupakan KD.

Pada sore harinya, jenazah almarhum dibawa ke rumah duka sekitar pukul 16.00 Wita untuk disemayamkan sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga.

Baca juga: Sebelum Tewas Dikeroyok, Terduga Maling Ayam Sempat Hilang 3 Hari, Alasan Mencuri Dipertanyakan

KD sempat Serahkan Uang Tunai Rp2,7 Juta

"Begitu almarhum menyerahkan uang Rp2 juta sekian itu, terus dia menghilang,

Tapi untuk uang gedung itu sudah ter-cover, sudah dibayarkan sama istrinya," ucapnya, Senin 27 Juli 2026. 

Setelah tak kunjung pulang selama tiga hari, dirinya didatangi kepala dusun dan perbekel yang mengabarkan adanya penemuan jenazah di kawasan Baturiti pada Jumat 24 Juli 2026. 

Baca juga: Sebelum Tewas Dikeroyok, Terduga Maling Ayam Sempat Hilang 3 Hari, Alasan Mencuri Dipertanyakan

PENGGEROYOKAN DI TABANAN - Suasana duka selimuti keluarga KD, terduga pelaku pencurian ayam yang dikeroyok hingga tewas di Bali - Keluarga Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok di Bali Tempuh Jalur Hukum Usai Berkabung (Tribun Trends/Istimewa via Tribun Bali)

Kronologi Penggeroyokan

Mendapat informasi tersebut, Parta langsung menuju Polsek Baturiti, kemudian diarahkan ke RSUD Tabanan untuk memastikan identitas korban.

"Nah, tau-tau menjelang tiga hari dari itu, saya didatangi kelian dusun sama kepala desa bahwa ada mayat di kawasan Baturiti. Begitu saya ke sana, saya ke Polsek Baturiti, langsung digiring ke RSUD Tabanan," tuturnya.

Jenazah tiba di rumah duka pada Jumat 24 Juli 2026, sekitar pukul 16.00 Wita. 

Kemudian keesokan harinya baru dikubur di setra adat Desa Sidetapa. 

Baca juga: Kronologi Ayah di Bali Dikeroyok Hingga Meninggal Diduga Karena Curi Ayam, Massa Juga Bakar Motor

KELUARGA PENCURI AYAM - (KIRI) Kendaraan KD yang dibayar massa seusai pria ini diduga maling ayam di Bali. (KANAN) Keluarga korban menangis histeris saat jenazah tiba di rumah duka. Pasca tewasnya KD akibat dikeroyok massa, Pemkab Buleleng, Hotman Paris, dan Arya Wedakarna (AWK) turun tangan menjamin penuh biaya sekolah anak-anak korban hingga jenjang sarjana
KELUARGA PENCURI AYAM - (KIRI) Kendaraan KD yang dibayar massa seusai pria ini diduga maling ayam di Bali. (KANAN) Keluarga korban menangis histeris saat jenazah tiba di rumah duka. Pasca tewasnya KD akibat dikeroyok massa, Pemkab Buleleng, Hotman Paris, dan Arya Wedakarna (AWK) turun tangan menjamin penuh biaya sekolah anak-anak korban hingga jenjang sarjana (Tribun Trends/Dokumen/Muhammad Fredey Mercury)

Alasan Curi Ayam Dipertanyakan

Pihak keluarga tidak tahu apa alasan KD nekat mencuri ayam di Baturiti. Sebab saat itu kebutuhan untuk uang gedung sudah terpenuhi. 

"Nah, itu saya kurang tahu. Soalnya waktu uang Rp2,7 juta itu sudah ter-cover, istrinya juga tidak tahu, diam dia," ucapnya. 

Di sisi lain, Parta mengungkapkan jika KD merupakan tulang punggung keluarga yang bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan istri dan dua anak perempuannya. 

Saat musim panen, korban bekerja sebagai buruh petik cengkeh, sedangkan di luar musim, ia menjadi buruh harian yang mengerjakan pekerjaan mencangkul.

"Kalau musim cengkeh dia buruh memetik cengkeh. Kalau tidak ada musim cengkeh, dia buruh nyangkul," katanya.

(TribunTrends.com/Tribun-Bali.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.