Museum Sulteng Pajang Koleksi Rusak Akibat Gempa 2018 di Ruang Kebencanaan
Fadhila Amalia July 28, 2026 04:24 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Museum Sulawesi Tengah tidak hanya menghadirkan informasi mengenai gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi di Ruang Kebencanaan, tetapi juga memajang sejumlah koleksi rusak akibat bencana besar melanda Sulawesi Tengah pada 2018.

Berbagai benda tersebut dipertahankan sebagai bagian dari dokumentasi sejarah sekaligus media edukasi agar masyarakat dapat melihat secara langsung dampak bencana yang pernah terjadi delapan tahun silam.

Pantauan TribunPalu.com di Ruang Kebencanaan Museum Sulawesi Tengah, Selasa (28/7/2026), di salah satu sudut ruangan dipamerkan sejumlah koleksi museum mengalami kerusakan akibat gempa bumi.

Baca juga: BKSDA Sulteng Apresiasi DSLNG Lepasliarkan Lebih dari 100 Burung Maleo di Bakiriang

Salah satu koleksi menarik perhatian ialah sebuah vas bersejarah bergambar logo VOC.

Kondisi vas tersebut tampak mengalami keretakan pada beberapa bagian dan masih terlihat bekas lem hasil proses restorasi.

Pihak museum merevitalisasi kembali benda bersejarah itu setelah sempat pecah akibat guncangan gempa bumi pada 2018.

Selain vas VOC, terdapat pula sejumlah koleksi lain yang mengalami kerusakan, mulai dari benda berbahan keramik hingga artefak lainnya. 

Seluruh koleksi tersebut tetap dipertahankan sebagai simbol yang menggambarkan dahsyatnya bencana yang melanda Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong pada 28 September 2018.

Edukator Museum Sulawesi Tengah, Albertus Singkali, mengatakan benda-benda yang dipamerkan di Ruang Kebencanaan merupakan koleksi museum yang terdampak gempa. Sebagian lainnya diambil langsung dari lokasi bencana.

"Benda-benda yang dipajang di ruang kebencanaan ini merupakan koleksi museum yang terdampak gempa. Ada juga beberapa koleksi yang diambil langsung dari lokasi bencana," katanya saat ditemui di Museum Sulawesi Tengah.

Menurut Albertus, Ruang Kebencanaan dibangun pada Oktober 2025 melalui kolaborasi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Museum Sulawesi Tengah.

Keberadaan ruang tersebut tidak hanya untuk mengenang peristiwa bencana 2018, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai potensi gempa bumi, tsunami, likuefaksi, serta langkah-langkah mitigasi bencana.

"Masyarakat bisa mendapatkan informasi tentang gempa bumi, likuefaksi, tsunami, serta materi mengenai mitigasi bencana," ujarnya.

Ia menambahkan seluruh pengunjung museum akan diarahkan mengunjungi Ruang Kebencanaan sebagai bagian dari proses edukasi.

Melalui ruang tersebut, pengunjung diharapkan tidak hanya memahami sejarah bencana Pasigala 2018, tetapi juga memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa mendatang.

Museum Sulawesi Tengah berlokasi di Jalan Kemiri, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.

Baca juga: Zodiak Karier & Keuangan Rabu 29 Juli 2026 bagi Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra

Museum beroperasi setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 08.00 hingga 16.00 Wita.

Harga tiket masuk dibanderol Rp5.000 untuk wisatawan domestik dan Rp25.000 bagi wisatawan mancanegara.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.