Sumpit Sentuh Pakaian Korban, Jenazah Presenter TVRI Papua Barat Akhirnya Ditemukan
Roifah Dzatu Azmah July 28, 2026 05:44 PM

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Kepolisian mengungkap detik-detik penemuan jenazah presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, di Sungai Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Distrik Anggi Gida, Kabupaten Pegunungan Arfak.

Kapolres Pegunungan Arfak AKBP Bernadus Okoka mengatakan, penemuan jenazah berawal saat Satreskrim Polres Pegunungan Arfak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan di lokasi pada Minggu (26/7/2026).

"Semalam (25/7) Kasatreskrim melaporkan adanya bau menyengat dari arah celah batu. Dari situ kami berkoordinasi dengan masyarakat untuk melakukan pembendungan ulang di TKP," jelas Bernadus kepada awak media di Manokwari, Senin (27/7/2026).

Menurut Bernadus, saat proses pembendungan dilakukan, seorang warga menggunakan sumpit untuk menusuk ke dalam celah batu yang diduga menjadi sumber bau menyengat.

"Ketika sumpit dimasukkan, ujungnya mengenai pakaian korban dan tercium bau menyengat. Dari situ kami memastikan korban berada di lokasi tersebut," ujarnya.

Baca juga: Polisi Ungkap Kronologi dan Rencana Otopsi Jenazah Yanto Idorway

Keesokan harinya, Senin (27/7/2026), polisi bersama warga kembali menuju lokasi untuk melanjutkan proses evakuasi.

Setelah aliran air dibendung, jenazah Yanto Idorway terlihat tersangkut di celah batu pada teras ketiga air terjun dengan kedalaman sekitar 10 hingga 15 meter.

Tim gabungan kemudian mengevakuasi korban menggunakan tali dan peralatan seadanya. Bahkan, salah seorang anggota Polres Pegunungan Arfak menggunakan celana miliknya sebagai alat bantu mengikat tubuh korban agar proses pengangkatan berjalan aman.

"Puji Tuhan proses evakuasi tidak terlalu sulit. Dengan keterbatasan sarana, korban berhasil kami angkat dari celah batu," kata Bernadus.

Pantauan TribunPapuaBarat.com, jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans RSUD Pegunungan Arfak menuju RSUD Manokwari dengan pengawalan aparat kepolisian dan didampingi keluarga.

Jenazah tiba di RSUD Manokwari sekitar pukul 20.00 WIT. Suasana haru menyelimuti ruang jenazah saat keluarga, kerabat, rekan kerja almarhum dari TVRI Papua Barat, serta masyarakat menyambut kedatangan jenazah.

Beberapa pelayat tampak saling berpelukan sambil memberikan penguatan kepada keluarga. Tangis pecah ketika petugas menurunkan jenazah dari ambulans.

Sebelumnya, ambulans yang membawa jenazah dari Pegunungan Arfak menuju Manokwari juga mendapat penghormatan dari masyarakat di sejumlah titik sepanjang perjalanan. Warga berdiri di tepi jalan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.

Baca juga: Jenazah Yanto Idorway Dievakuasi ke RSUD Manokwari untuk Proses Visum

Kapolres mengatakan kondisi jenazah masih utuh meski berada di dalam air selama hampir 10 hari. Namun, polisi menemukan sejumlah luka pada tubuh korban.

"Kondisi jasad masih utuh. Ada beberapa luka, tetapi hanya dokter yang bisa menjelaskan penyebabnya, apakah benturan, lecet, atau faktor lain," ujarnya.

Untuk memastikan penyebab kematian, kepolisian meminta dilakukan autopsi terhadap jenazah. Semula autopsi direncanakan di RS Bhayangkara, namun atas permintaan keluarga dipindahkan ke RSUD Manokwari.

"Kami meminta autopsi supaya keluarga dan kami semua mengetahui secara pasti penyebab kematian korban," jelas Bernadus.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kampung Sisrang yang terlibat aktif dalam proses pencarian hingga jenazah berhasil ditemukan.

"Kami mengucapkan terima kasih atas doa, dukungan, dan kerja sama luar biasa dari masyarakat sehingga korban akhirnya berhasil ditemukan," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.