BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kaget sekaligus heran, bagitulah yang dirasakan oleh Zulfikarnain saat mendatangi kebun sawitnya yang berada di Desa Limbung, Kecamatan Jebus, Bangka Barat, Selasa (28/7/2026).
Niat hati ingin melihat bibit pohon sawit yang ditanamnya belum lama ini, Zulfikar justru mendapat kabar tidak mengenakkan.
Dirinya terkejut keheranan saat melihat pohon-pohon sawitnya itu sudah rusak dan tercabut dari titik yang ditanam sebelumnya.
“Awalnya itu saya dapat kabar dari pegawai saya, pegawai saya juga enggak tau itu siapa yang ngerusak,” kata Zulfikar kepada Bangkapos.com
Padahal, hari-hari sebelumnya, bibit pohon sawit itu telah ditanam rapi di atas lahannya yang sudah bersih dan siap untuk dijadikan kebun.
Tak tanggung-tanggung, ada puluhan pohon sawit yang sudah dalam kondisi rusak. Zulfikar menduga hal ini sengaja dilakukan oleh Orang Tidak Dikenal (OTD).
“Kalau karena angin atau ada binatang, kayaknya enggak mungkin, soalnya itu bukan satu dua, tapi ada sekitar 50 pohon,” ucapnya.
Tak hanya bibit pohon sawit, kayu pancang sebagai pembatas penanda lokasi tanam juga ikut tercabut.
“Kayaknya ini ada yang sengaja, enggak tau kenapa, padahal ini baru ditanam,” jelasnya.
Oleh karena itu, pria berumur 50 tahun ini segera membuat laporan ke polisi tepatnya ke Polsek Jebus.
Dirinya berharap polisi segera mengungkap hal ini dan mencari orang yang tidak bertanggungjawab yang telah melakukan perusakan tersebut.
“Soalnya ini bukan yang pertama, sebelum-sebelumnya juga ada, makanya saya lapor ke polisi,” ujarnya.
“Saya sudah buat laporan ke Polsek Jebus, saya mau ini segera dicari siapa pelakunya dan diberi ganjaran yang sesuai,” tuturnya.
Lebih lanjut, Zulfikar mengaku dirinya merasa dirugikan. Apalagi kini dirinya harus menanam ulang bibit pohon sawit baru karena yang lama sudah terlanjur rusak dan kering.
“Ini kan udah nambah biaya lagi, udah makan waktu juga, belum nanti harus beli bibit baru untuk ditanam ganti yang udah rusak,” imbuhnya.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)