Geram Tamunya Dilecehkan Rombongan Mempelai Pria, Wanita ini Tolak Lanjutkan Pernikahan
Randy P.F Hutagaol July 28, 2026 08:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Momen yang seharusnya menjadi hari paling membahagiakan justru berubah menjadi kericuhan. 

Seorang pengantin wanita membatalkan pernikahannya beberapa saat sebelum akad nikah berlangsung.

Pembatalan tersebut ia lakukan setelah rombongan mempelai pria diduga melakukan tindakan tak pantas terhadap tamu wanita dari pihak keluarganya.

Keputusan tersebut sontak membuat kedua keluarga terlibat cekcok hingga berujung bentrokan. 

Namun yang lebih mengejutkan, pada malam harinya sang pengantin wanita justru menikah dengan pria lain di lokasi yang sama.

Dilansir dari The Times Of India, Selasa (28//72026) kejadian viral itu terjadi di Roorkee, Uttarakhand, India.

Menurut polisi, rombongan mempelai pria datang dari sebuah desa di dekat Piran Kaliyar.

Rombongan tersebut menuju sebuah gedung perjamuan di kawasan Green Park Colony, yang telah dipersiapkan sebagai lokasi pernikahan.

Polisi mengatakan suasana berubah tegang sesaat sebelum prosesi pernikahan dimulai.

Pihak keluarga pengantin wanita menuduh sejumlah anggota rombongan mempelai pria dalam kondisi mabuk.

Mereka juga menilai anggota rombongan mempelai pria berperilaku tidak sopan terhadap beberapa tamu wanita.

Tuduhan tersebut langsung memicu adu mulut antara kedua keluarga.

Perdebatan itu akhirnya berubah menjadi perkelahian.

Secara mendadak pengantin wanita berusia 24 tahun itu membatalkan pernikahan.

Hal ini lantaran ia tidak terima dengan dugaan pelecehan yang dialami tamu dari pihak keluarganya.

Keputusannya tidak berubah meski berbagai upaya dilakukan agar prosesi tetap dilanjutkan.

Polisi kemudian turun tangan untuk menengahi perselisihan tersebut. 

Setelah dilakukan mediasi, kedua keluarga sepakat membatalkan pernikahan.

Sebagai bagian dari kesepakatan, keluarga mempelai pria bersedia mengembalikan seluruh hadiah yang telah dipertukarkan.

Mereka juga bersedia mengganti biaya yang telah dikeluarkan keluarga pengantin wanita untuk penyelenggaraan acara.

Namun persoalan ternyata belum berakhir.

Saat kedua keluarga meninggalkan lokasi acara, bentrokan kembali terjadi. 

Polisi menyebut sedikitnya 10 orang mengalami luka ringan akibat keributan tersebut.

Seluruh korban yang mengalami luka telah mendapatkan perawatan medis.

Tidak ada yang mengalami cedera serius.

Beberapa jam setelah pernikahan dibatalkan, keluarga pengantin wanita mengambil keputusan yang tak kalah mengejutkan.

Mereka segera mengatur pernikahan sang wanita dengan seorang pria asal Desa Bilaspur, Distrik Saharanpur, Uttar Pradesh.

Prosesi pernikahan itu digelar pada malam yang sama.

Bahkan pernikahan mendadak tersebut berlangsung di gedung yang sebelumnya dipersiapkan untuk pernikahan yang batal.

Usai seluruh rangkaian peristiwa tersebut, kedua belah pihak mendatangi kantor polisi.

Keluarga mempelai pria memutuskan mencabut pengaduan yang sempat mereka buat.

Sementara itu, keluarga pengantin wanita meminta polisi mendaftarkan laporan resmi terkait dugaan pelecehan yang dilakukan sejumlah anggota rombongan mempelai pria.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi kejadian serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

(cr19/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.