Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Yakin PSEL Solusi Tepat Atasi Gunungan Sampah
Joseph Wesly July 28, 2026 09:42 PM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, KOTA BEKASI- Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, meyakini pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) menjadi solusi tepat untuk mengatasi persoalan gunungan sampah yang selama ini membayangi Kota Bekasi.

Kunjungan ke China Perkuat Keyakinan

Keyakinan tersebut muncul setelah dirinya mendampingi Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melakukan kunjungan ke China guna melihat langsung teknologi waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Menurut Latu, sistem pengolahan sampah di negara tersebut meninggalkan kesan positif karena seluruh proses berjalan modern, bersih, dan tertata.

"Jujur saya kagum karena selama ini saya berpikir sampah yang dibuang ke TPA di sana, ternyata diolah menjadi energi listrik. Prosesnya modern, bersih, dan tertata. Bahkan kalau kita lihat dari luar hampir tidak terasa kalau itu tempat pengolahan sampah," kata Latu, dilansir dari unggahan konten di Instagram @latu_har_hary, dikutip Selasa (28/7/2026).

Latu menjelaskan pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa teknologi serupa layak diterapkan di Kota Bekasi.

Keberadaan PSEL diyakininya akan menjadi harapan baru dalam menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini menjadi catatan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Kelola 1.500 Ton Sampah per Hari

Diketahui, Kota Bekasi menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah setiap hari.

Sampah dari rumah-rumah warga dikumpulkan, diangkut menggunakan truk, lalu dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu.

Kondisi tersebut berlangsung setiap hari sehingga volume sampah di lokasi pembuangan terus bertambah dari tahun ke tahun.

Jika tidak segera diatasi, penumpukan sampah tidak hanya menimbulkan bau tak sedap dan merusak pemandangan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, hingga meningkatkan potensi banjir.

Karena itu, Pemkot Bekasi saat ini tengah mempersiapkan pembangunan PSEL di wilayah Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang.

Proyek yang mendapat dukungan pemerintah pusat tersebut akan dikerjakan bersama Danantara dan PT Wangneng Environment sebagai pihak ketiga.

Fasilitas itu nantinya dirancang mampu mengelola sekitar 1.500 ton sampah per hari dan menghasilkan energi listrik sebesar 18,5 megawatt (MW).

"Artinya sebagian besar sampah yang selama ini menumpuk di TPA bisa langsung diolah menjadi energi listrik sekitar 18,5 MW. Itu hal yang luar biasa. Sampah yang tadinya menjadi masalah sekarang bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat," jelasnya.

Latu menuturkan, PSEL juga dinilai tidak hanya menghasilkan listrik.

Residu atau sisa hasil pengolahan sampah nantinya dapat dimanfaatkan menjadi bahan bangunan, seperti paving block, material pengaspalan, hingga produk lain yang memiliki nilai ekonomi.

"Jadi konsepnya benar-benar memanfaatkan sampah semaksimal mungkin," tuturnya.

Ajak Warga Ubah Perilaku

Meski demikian, Latu mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap keberadaan PSEL sebagai alasan untuk membuang sampah sebanyak-banyaknya.

Ia menegaskan keberhasilan pengelolaan sampah tetap bergantung pada perubahan perilaku masyarakat.

Latu mengajak warga mulai membiasakan memilah sampah organik dan nonorganik, mengurangi penggunaan plastik, memanfaatkan bank sampah, serta mengolah sampah organik menjadi kompos.

Menurutnya, jika langkah sederhana tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh jutaan warga Kota Bekasi, maka volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan dapat berkurang, proses pengangkutan menjadi lebih ringan, dan lingkungan menjadi lebih bersih.

"Saya percaya persoalan sampah tidak akan pernah bisa diselesaikan pemerintah sendirian. Tidak bisa hanya mengandalkan DPRD ataupun petugas kebersihan. Ini harus menjadi gerakan bersama karena setiap hari kita semua menghasilkan sampah dan memiliki tanggung jawab yang sama untuk menyelesaikannya," pungkasnya. (M37)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.