Pempek Tumpah Pasar 16 Ilir Palembang Kembali Viral, Gegara Komentar Negatif, Begini Respon Pedagang
Welly Hadinata July 28, 2026 04:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pempek tumpah di Pasar 16 Ilir Palembang menjadi sorotan setelah ramai diperbincangkan di media sosial.

Berbagai komentar negatif dari warganet membuat para pedagang resah karena dikhawatirkan memengaruhi minat pembeli dan berdampak pada penurunan omzet.

Komentar yang beredar di media sosial di antaranya menyebut pempek yang dijual tidak selalu segar, bahkan ada yang menilai beberapa jenis pempek masih mentah di bagian dalam. Selain itu, muncul pula kritik mengenai aspek kebersihan saat proses penjualan.

Salah seorang pedagang pempek tumpah, Mega, mengaku menyayangkan banyaknya komentar negatif tersebut.

Menurutnya, pempek tumpah di Pasar 16 Ilir merupakan salah satu daya tarik kuliner khas Palembang yang banyak diminati wisatawan.

"Kami sangat menyayangkan komentar negatif seperti itu karena bisa membuat penjualan berkurang. Kami hanya mencari rezeki, jadi kami berharap masyarakat tidak langsung menghujat," kata Mega, ketika dibincangi Sripoku.com Selasa (28/7/2026).

Mega membantah tudingan bahwa pedagang menjual kembali pempek lama hingga menimbulkan aroma tidak sedap.

Ia memastikan pempek yang dijual merupakan pempek yang baru direbus maupun digoreng sehingga masih hangat saat disajikan kepada pembeli.

"Pempek yang kami jual baru dimasak, masih hangat dan tidak berbau," ujarnya.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Ningsih. Ia mengaku mulai merasakan dampak dari ramainya komentar negatif di media sosial terhadap penjualan.

Biasanya, kata dia, sekitar 300 buah pempek sudah habis terjual sebelum siang. Namun kali ini jumlah tersebut belum tercapai.

"Kami khawatir komentar negatif membuat pembeli ragu datang. Padahal biasanya sebelum siang dagangan sudah banyak yang habis," katanya.

Di sisi lain, salah seorang pembeli, Alwi, mengaku sempat menemukan pempek adaan yang bagian dalamnya masih kurang matang.

"Ada tadi yang bagian dalamnya masih ada sagu, jadi terasa kurang matang," ujarnya.

Meski demikian, Alwi menilai kritik dari masyarakat sebaiknya dijadikan bahan evaluasi oleh para pedagang.

Menurutnya, persoalan utama yang perlu diperhatikan adalah menjaga kebersihan selama proses penjualan.

Ia berharap pedagang menutup makanan agar terhindar dari debu serta tidak mengembalikan pempek yang sudah terjatuh ke tempat dagangan.

"Kalau memang ada kritik, sebaiknya dijadikan masukan untuk memperbaiki kualitas dan kebersihan. Dengan begitu pempek tumpah bisa tetap menjadi destinasi kuliner yang direkomendasikan wisatawan," katanya.

Meski ramai menuai pro dan kontra di media sosial, pempek tumpah Pasar 16 Ilir hingga kini masih tetap ramai dikunjungi masyarakat maupun wisatawan yang ingin menikmati kuliner khas Palembang tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.