TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Setelah telur ayam ras merangkak naik sepanjang pekan lalu di Kabupaten Pelalawan, kali ini giliran harga cabai merah yang melonjak, Selasa (28/7/2026).
Berdasarkan pantauan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Pelalawan, harga cabai merah naik dibandingkan dengan pekan lalu. Tercatat kenaikan mencapai Rp4 ribu dari harga biasanya.
Sebelumnya, cabai merah dibandrol Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 45 ribu per kilogram.
"Belum tahu apa penyebab pastinya. Tapi pedagang membeli dari distributor, harganya sudah naik," tutur Kepala Diskoperindag Pelalawan, Hanafie, kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (28/7/2026).
Dikatakannya, kenaikan harga cabai merah berasal dari distributor yang memasok ke Pelalawan.
Diperkirakan harga sudah naik dari daerah penghasil, yang berdampak secara berantai sampai ke tingkat pedagang maupun pengecer.
"Melihat pengalaman, harga cabai ini sudah terbiasa fluktuatif. Kadang naik, nanti turun lagi," papar Hanafie.
Baca juga: TO Narkoba Diciduk saat Razia Gabungan, Tersangka Bersama Wanita Muda di Kamar Wisma
Baca juga: Bacakan Duplik, Advokat Abdul Wahid Tegaskan Kliennya Tak Terbukti Meminta atau Menerima Uang
Meski harganya merangkak naik, ketersediaan cabai di pasaran masih aman dan banyak. Cabai merah yang beredar di Pelalawan dipasok dari daerah Sumatera Barat, Sumatera Utara, Palembang, bahkan dari wilayah Jawa juga masuk ke Pelalawan.
Sedangkan telur ayam ras telah stagnan di harga Rp 25.100 per kilogram. Setelah terjadi kenaikan sepanjang pekan lalu. Hal ini dipengaruhi oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali beroperasi di sekolah-sekolah, setelah sempat dihentikan karena libur sekolah.
"Telur ayam ras sudah kembali ke harga maksimal sejak MBG mulai aktif kembali," tandasnya.
Sedangkan harga sembako lainnya terpantau masih normal di Pelalawan. Dari 20 item bahan pokok penting yang selalu dipantau Diskoperindag, hanya cabai merah yang mengalami pergerakan harga. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)