SURYA.co.id, SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan capaian Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026.
Salah satu program yang akan dijalankan adalah pembentukan TKA Clinic bagi sekolah yang masih memiliki capaian rendah.
Program tersebut disiapkan bersama penguatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta penyediaan bank soal digital sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan strategi itu disusun berdasarkan evaluasi pelaksanaan TKA 2025.
Hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat sejumlah kompetensi yang perlu diperkuat, terutama pada aspek literasi Bahasa Indonesia dan numerasi Matematika.
Baca juga: Rerata Nilai TKA Siswa Kota Surabaya di Atas Jatim dan Nasional
"Kami telah mengevaluasi hasil TKA 2025. Perbaikan difokuskan pada kompetensi yang masih perlu ditingkatkan, khususnya Bahasa Indonesia dan literasi serta Matematika dan numerasi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kompetensi guru dan memperkuat faktor pendukung pembelajaran," ujar Aries kepada SURYA.co.id, Selasa (28/7/2026).
Menurut Aries, TKA tidak hanya digunakan untuk mengukur capaian belajar peserta didik, tetapi juga menjadi instrumen pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan.
Melalui penilaian kemampuan literasi, numerasi, dan penalaran, hasil TKA dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.
Karena itu, Dindik Jatim menyiapkan berbagai intervensi, mulai dari analisis soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), pelatihan guru, workshop pembelajaran, hingga pendampingan khusus bagi sekolah yang membutuhkan peningkatan capaian.
Salah satu program unggulan yang disiapkan adalah TKA Clinic.
Program ini akan menjadi wadah pendampingan bagi sekolah dengan hasil TKA yang masih rendah.
Selain pendampingan, Dindik Jatim juga akan mereplikasi praktik baik dari sekolah-sekolah dengan capaian tinggi untuk diterapkan di sekolah lain.
"Kami mereplikasi praktik baik dari sekolah unggulan ke sekolah yang hasil TKA-nya masih membutuhkan intervensi. Kami juga memperkuat digitalisasi pembelajaran melalui Learning Management System tingkat provinsi," kata Aries.
Dindik Jatim juga terus mengembangkan Jatim Learning Digital Vault, sebuah platform pembelajaran digital yang menyediakan video pembelajaran, bank soal, hingga modul interaktif yang dapat dimanfaatkan guru dan murid di seluruh Jawa Timur.
Aries menilai pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Selain platform digital, penggunaan papan digital interaktif di sekolah juga terus dioptimalkan dengan pendampingan pengawas pembina di masing-masing satuan pendidikan.
"Optimalisasi teknologi pembelajaran terus kami lakukan agar kualitas proses belajar mengajar meningkat dan berdampak pada capaian TKA ke depan," ujarnya.
Aries menegaskan peningkatan nilai TKA sangat bergantung pada kualitas pembelajaran di ruang kelas.
Menurutnya, guru tidak hanya berperan menyampaikan materi, tetapi juga harus mampu membangun budaya belajar, memberikan umpan balik, serta melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik.
"Pembelajaran yang bermakna jika dilaksanakan dengan konsep dan praktik yang benar secara otomatis akan meningkatkan nilai TKA," tegasnya.
Sementara itu, pendaftaran Tes Kompetensi Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) 2026 telah dibuka mulai 27 Juli hingga 27 September 2026 melalui laman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Di Jawa Timur, sebanyak 447.705 murid dari 4.073 SMA, SMK, dan SLB dijadwalkan mengikuti pelaksanaan TKA dan AN tahun ini.
Dindik Jatim berharap berbagai strategi yang disiapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, dan penalaran siswa sekaligus memperbaiki capaian TKA pada tahun berikutnya.