Selain Cairan Tubuh, Hepatitis B dan C Bisa Menular dari Pisau Cukur hingga Sikat Gigi
Willem Jonata July 28, 2026 06:23 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang memahami hepatitis B dan C hanya dapat menular melalui hubungan seksual.

Namun, masih sedikit yang menyadari bahwa penularannya juga bisa terjadi melalui kebiasaan sederhana yang sering dilakukan di rumah.

Menggunakan pisau cukur, gunting kuku, hingga sikat gigi secara bergantian ternyata dapat meningkatkan risiko penularan apabila terkontaminasi cairan tubuh penderita.

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi Hepatologi RS Pondok Indah – Puri Indah, Dr. dr. Lianda Siregar, Sp.PD, Subsp.GEH(K), FACG, FINASIM. 

Karena itu, menjaga kebersihan barang pribadi menjadi bagian penting dalam mencegah hepatitis.

Penularan Lewat Cairan Tubuh

Virus hepatitis B dan C ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh penderita.

Bukan hanya darah, tetapi juga urine, air mani, dan cairan vagina.

Baca juga: Hepatitis Sering Tak Bergejala, Dokter Ingatkan Jangan Tunggu Mata Menguning Baru Periksa Hati

"Penularan hepatitis, terutama hepatitis B dan C, dapat terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita, termasuk darah, urine, air mani, dan cairan vagina,"ungkap dr Lianda, Selasa (28/7/2026). 

Penularan dapat terjadi melalui penggunaan jarum suntik bersama, paparan darah pada luka terbuka, prosedur medis yang tidak aman, hingga penularan dari ibu ke bayi saat persalinan pervaginam.

Barang pribadi yang berpotensi terpapar darah, seperti pisau cukur, sikat gigi, maupun gunting kuku, juga tidak dianjurkan digunakan bersama.

Virus hepatitis bahkan masih dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia selama sekitar tujuh hari.

Sementara masa inkubasinya berkisar antara 30 hingga 180 hari.

Anak dan Lansia Lebih Rentan

Infeksi hepatitis B maupun C yang terjadi pada anak berisiko menetap dan berkembang menjadi penyakit kronis.

"Hepatitis B dan C adalah penyakit berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan organ hati yang serius, termasuk sirosis, kanker hati, serta gagal hati,"imbuhnya. 

Selain anak, kelompok lanjut usia dan orang dengan daya tahan tubuh lemah juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi.

Karena itu, pencegahan menjadi langkah paling efektif.

Vaksinasi Jadi Perlindungan Terbaik

Pencegahan hepatitis B dilakukan melalui imunisasi yang telah menjadi bagian dari program imunisasi dasar sejak bayi lahir.

Bagi orang dewasa yang belum pernah mendapat vaksin, terutama kelompok berisiko tinggi, vaksinasi juga sangat dianjurkan.

Selain itu, masyarakat disarankan tidak berbagi barang pribadi, menerapkan pola hidup bersih, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta menghindari konsumsi alkohol untuk menekan risiko perlemakan hati.

Meski virus hepatitis B dan C tidak sepenuhnya dapat dihilangkan dari tubuh, penyakit ini tetap dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat.

"Penderita hepatitis B dan C dapat hidup normal dengan penanganan yang tepat,"lanjutnya. 

Terapi bertujuan menekan perkembangan virus, mempertahankan fungsi hati, sekaligus mencegah komplikasi seperti sirosis, gagal hati, maupun kanker hati.

Karena itu, penderita dianjurkan menjalani kontrol rutin sesuai anjuran dokter agar perkembangan penyakit dapat terus dipantau.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.