POSBELITUNG.CO -- Perhitungan weton dalam kalender Jawa masih sering digunakan sebagai sarana mengenali tradisi.
Waton digunakan untu menentukan hari kegiatan adat atau sekadar memahami nilai-nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.
Dalam perspektif Islam, mempelajari kalender Jawa dan weton diperbolehkan selama dipahami sebagai bagian dari sejarah dan budaya.
Baca juga: Biodata Teddy Pardiyana, Menang Banding Resmi jadi Ahli Waris Lina Jubaedah, Sule Bungkam
Dalam kalender Jawa, tanggal 28 Juli 2028 merupakan hari Selasa dengan weton Legi.
Hari ini juga bertepatan dengan Wuku Kuruwelut.
Perpaduan antara Selasa Legi dan Wuku Kuruwelut menghadirkan keseimbangan antara kelembutan hati, kecerdasan, dan keteguhan, sekaligus membawa pesan agar manusia senantiasa bijak dalam mengambil keputusan.
Selasa Legi dikenal sebagai weton yang membawa karakter tenang, penuh kasih, dan memiliki daya tarik sosial yang kuat.
Orang yang lahir pada weton ini biasanya disukai banyak orang karena sikapnya yang ramah, lembut, dan mampu menjaga hubungan baik.
Baca juga: Kalender Jawa 26 Juli 2026 Weton Minggu Wage, Ada 3 Momen Penting Hari Ini
Namun, sifat terlalu berhati-hati kadang membuat mereka ragu dalam mengambil keputusan.
Sementara itu, Wuku Kuruwelut melambangkan keteguhan, keberanian, dan semangat juang.
Wuku ini sering dikaitkan dengan pribadi yang pantang menyerah, memiliki daya tahan tinggi, serta mampu menjadi pemimpin dalam lingkungannya.
Perpaduan Selasa Legi dan Wuku Kuruwelut menjadikan karakter seseorang penuh keseimbangan: lembut dalam hati, namun kuat dalam tindakan, sehingga mampu menghadapi tantangan dengan bijak.
Hari Hepatitis Sedunia atau World Hepatitis Day diperingati setiap 28 Juli sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit hepatitis.
Peringatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa hepatitis masih menjadi masalah kesehatan serius yang membutuhkan perhatian bersama, terutama hepatitis B dan C.
edua jenis hepatitis itu dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas sehingga sering kali baru diketahui setelah kondisi hati mengalami kerusakan.
Hari Hepatitis Sedunia sekaligus dimanfaatkan untuk mendorong pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat mengambil langkah nyata dalam mencegah penularan serta memperluas akses terhadap pemeriksaan dan pengobatan, dikutip dari laman Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Hepatitis adalah peradangan pada organ hati yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus.
Virus hepatitis terbagi menjadi beberapa tipe, yakni hepatitis A, B, C, D, dan E.
Setiap jenis hepatitis memiliki karakteristik dan cara penularan yang berbeda, tetapi hepatitis B dan C menjadi perhatian utama karena dapat menyebabkan infeksi kronis.
Infeksi hepatitis B dan C yang tidak terdiagnosis atau tidak mendapatkan penanganan sejak dini berisiko berkembang menjadi sirosis, kanker hati, bahkan menyebabkan kematian.
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebut hepatitis B dan C kronis sebagai salah satu penyebab utama kerusakan hati dan kanker hati.
Permasalahan tersebut menjadi semakin serius karena infeksi dapat berlangsung secara diam-diam tanpa gejala yang mudah dikenali oleh penderitanya.
Kondisi itu menyebabkan sebagian orang tidak menyadari telah terinfeksi dan berpotensi terlambat memperoleh pemeriksaan maupun pengobatan.
(Posbelitung.co/Tribunnews.com/Kompas.com)