TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Tim gabungan berhasil menemukan baju terakhir yang dikenakan korban hilang di kawasan Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi (HPPB) Universitas Andalas (Unand), namun keberadaan survivor masih nihil.
Pernyataan ini disampaikan oleh Komandan Regu (Danru) Kantor SAR (Basarnas) Padang, Riko Likardo saat ditemui di lokasi, Selasa (28/7/2026).
Sebelumnya diketahui, korban bernama Afriyanto (42) berlarian dan dinyatakan hilang di kawasan Hutan Biologis Unand sejak Selasa (21/7/2026) lalu.
Laporan dibuat oleh pihak keluarga kepada tim gabungan pada Kamis (23/7/2026), dan keesokan harinya langsung melakukan penyisiran.
Menurut keterangan Riko, setelah penyisiran dilakukan, baju terakhir yang dikenakan survivor berhasil ditemukan oleh tim gabungan pada Minggu (26/7/2026).
Baca juga: Awal Mula Warga Padang Hilang di Hutan Biologi Unand: Panik Saat Berobat, Lari Hingga Masuk Hutan
"Tim gabungan baru menemukan tanda baju terakhir yang dikenakan korban, saat lari dan hilang di kawasan hutan pada hari Minggu," ucapnya.
Kata dia, baju tersebut ditemukan dengan jarak kurang lebih 200 meter dari posko penyisiran di kawasan HPPB Unand.
Lokasi tepatnya kata Riko, berada di pinggiran sungai. Posisi baju ditemukan tergeletak di atas batu.
"Kurang lebih sekitar 150 hingga 200 meter dari posko petugas, yang ditemukan di pinggiran sungai. Baju itu juga diserahkan ke pihak keluarga, dan dibenarkan kalau terakhir kali dipakai korban," jelasnya.
Senada, kakak korban bernama Aisyah (49) menyebut bahwa pakaian yang ditemukan di pinggiran sungai kawasan HPPB Unand memang benar baju adiknya.
Baca juga: 8 Hari Hilang di Hutan Biologi Unand, Tim SAR Gabungan Fokus Sisir Lokasi Terakhir Korban Terlihat
Pakaian itu merupakan baju kemeja batik berwarna biru milik korban Afriyanto (42). Saat berlarian ke kawasan hutan, Aisyah mengatakan bahwa baju tersebut sempat ia lepas dan tak dikenakan di badan.
"Jadi saat lari itu, baju itu dipegangnya, itu yang terakhir kali dipakai. Kemungkinan ia tinggalkan untuk meninggalkan jejak, kalau dia memang berada di kawasan hutan ini," sebutnya.
Namun, belum ada tanda-tanda baru keberadaan korban. Aisyah mengaku khawatir atas keselamatan korban dan berharap bisa diemukan dalam keadaan selamat.
"Hanya itu yang ditemukan petugas, tidak ada lagi. Saya berharap bisa ditemukan dalam keadaan selamat, tapi kalau takdir berkata lain, hendaknya bisa ditemukan dalam kondisi apapun," tutupnya.
Pencarian orang hilang di kawasan Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi (HPPB) Universitas Andalas (Unand) masih berlangsung hingga Selasa (28/7/2026).
Diketahui, korban bernama Afriyanto (42) dinyatakan hilang sejak Selasa (21/7/2026) lalu. Proses pencarian korban masih terus dilakukan petugas gabungan dibantu pihak keluarga.
Menurut keterangan pihak keluarga yang TribunPadang.com temui di lokasi, korban bernama Afriyanto merupakan warga yang tinggal di Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Kakak korban, Aisyah (49) menceritakan kronologi kejadian bermula ketika korban dibawa berobat ke Rumah Sakit Unand pada Selasa (21/7/2026) sekira pukul 11.00 WIB.
Sebelumnya dari rumah, korban selalu menurut dan tidak ada rasa takut sama sekali.
Akan tetapi ucap Aisyah, ketika sampai di Rumah Sakit Unand, korban tampak mulai resah.
"Korban mulai resah saat dibawa ke lantai dua rumah sakit, mungkin takut ketinggian, namanya emosi dia agak labil," ucapnya saat ditemui di pos penyisiran kawasan Hutan Biologis Unand.
Saat merasa resah tersebut, korban meminta kepada kakaknya untuk segera dibawa pulang ke rumah.
Ketika itu juga, korban langsung turun ke luar dari lantai dua rumah sakit. Asiyah mengaku sempat melarang untuk jangan berlarian.
Akan tetapi sang adik tetap berlari hingga akhirnya Aisyah meminta satuan petugas (satpam) yang berjaga mengejar korban.
"Karena dia melihat satpam mengejar, kemungkinan dia kaget dan panik. Bisa jadi ia takut merasa ditangkap, tapi satpam sempat menahan korban, namun kembali lepas," tuturnya.
Baca juga: Lansia Hilang Saat Memancing di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal 15 Meter dari Lokasi Jatuh
Melihat kondisi tersebut, Aisyah sempat meminta satpam membiarkan sementara waktu. Pasalnya, ia takut adiknya ditabrak atau sebaliknya oleh kendaraan yang melintas di kawasan kampus Unand.
Selain itu, Aisyah juga takut korban mengamuk dan berkemungkinan menendang pemotor yang melintas.
"Saya takut kalau dia mengamuk, karena mentalnya labil, jadi saya sempat meminta satpam membiarkan sementara waktu, karena tampaknya adik saya sudah depresi saat dikejar," pungkasnya.
Hingga akhirnya, korban kembali berlari ke arah kampus PNP dari Rumah Sakit Unand, hingga memasuki kawasan Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi.
Aisyah mengaku langsung mencari dan memanggil adiknya yang berlarian ke kawasan hutan, namun tidak ada tanggapan.
"Saya langsung mencarinya saat itu juga, tapi biasanya dia kembali. Namun setelah lama pencarian dan dipanggil-panggil, adik saya tidak juga muncul," pungkasnya.
Mengetahui kondisi tersebut, Aisyah melakukan pencarian kembali dan akhirnya melaporkan kepada BPBD Padang dan Basarnas untuk melakukan penyisiran.
"Awalnya karena berkemungkinan kembali, pencarian masih dilakukan pihak keluarga. Namun karena tidak ada tanda-tanda, barulah dilaporkan," tambahnya.
Baca juga: Pria di Sijunjung Digerebek Polisi Dini Hari, Sabu Bungkus Pink dan Bong Disita dari Kotak Rokok
Korban hilang di kawasan Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi (HPPB) Universitas Andalas (Unand) sudah memasuki hari ke delapan, Selasa (28/7/2026).
Korban diketahui bernama Afriyanto (42), warga RT 03/RW 05, Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Aisyah (49) mengatakan bawah korban mulai memasuki kawasan hutan dan dinyatakan hilang sejak Selasa (21/7/2026) lalu.
Kata dia, upaya penyisiran sudah dilakukan di berbagai titik di kawasan Hutan Biologis Unand, akan tetapi belum membuahkan hasil.
"Total sudah delapan hari adik saya hilang di hutan ini, mulai lari dan dinyatakan hilang pada Selasa (21/7/2026)," ucapnya saat memberikan keterangan.
Akan tetapi, ia menyebut laporan korban hilang baru disampaikan ke pihak BPBD dan Basarnas Padang beberapa waktu lalu.
Baca juga: Seorang Lansia Diduga Hanyut saat Memancing di Padang Pariaman, Tim SAR Dikerahkan
Kakak sepupu Korban, Tris Fatma Apriani menyebut laporan saudaranya hilang di kawasan Hutan Biologis Unand dimulai pada Kamis (23/7/2026) lalu.
Laporan disampaikan kepada Kelompok Siaga Bencana (KSB) Pauh. Kemudian sehari setelahnya, petugas langsung terjun ke lokasi.
"KSB Pauh langsung melakukan penyisiran bersama pihak keluarga, baru pada Sabtu (25/7/2026) turun juga BPBD Padang," tuturnya.
Sementara itu, Komandan Regu (Danru) Basarnas Padang, Riko Likardo, menyebut bahwa pihaknya baru menerima laporan korban hilang pada Minggu (26/7/2026) lalu.
Setelah laporan diterima, pada keesokan harinya dilakukan pencarian dengan mengerahkan satu tim dengan delapan personel ke lokasi terakhir korban terlihat.
"Laporan masuk ke Kantor SAR Padang pada Minggu malam, lalu Senin (26/7/2026) langsung mengutus satu tim melakukan pencarian terhadap korban," jelasnya.
Kata dia, korban sudah dinyatakan hilang selama delapan hari. Sementara pencarian dilakukan oleh pihaknya setelah mendapatkan laporan, baru dua hari.
Hingga saat ini, pihaknya dan tim gabungan lainnya masih berupaya melakukan penyisiran di lokasi terakhir survivor terlihat oleh pihak keluarga.
"Sampai hari ini kita masih melakukan penyisiran, lokasi terakhir korban terlihat oleh keluarga di kawasan Hutan Biologis Ini. Untuk itu, upaya penyisiran juga dilakukan di lokasi yang disebutkan," tutupnya.(*)