7 Hari Belum Ditemukan, Operasi SAR Hilangnya Warga Buton di Teluk Pasarwajo Ditutup
Aqsa July 28, 2026 07:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Operasi SAR terhadap  warga hilang di perairan Teluk Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), ditutup, Selasa (28/07/2026) petang.

Hingga hari ketujuh pencarian, korban berinisial LJ (43), warga Kelurahan Saragi Kecamatan Pasarwajo, belum ditemukan.

Pencarian yang dilakukan oleh tim SAR Gabungan hingga memasuki pukul 15.00 Wita masih nihil.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari, Amiruddin AS.

Menurutnya, operasi SAR telah memasuki hari ketujuh dan tanda-tanda keberadaan korban tidak diketemukan.

“Ops SAR kecelakaan kapal MOB terhadap 1 orang yang hilang di Perairan Teluk Pasarwajo dinyatakan ditutup,” katanya.

Man over board (MOB) adalah situasi darurat ketika seseorang jatuh dari atas kapal atau perahu ke dalam air atau laut. 

Baca juga: Tim SAR Masih Cari Remaja Baubau Hilang di Perairan Busel dan Warga Buton di Teluk Pasarwajo

Dengan ditutupnya operasi SAR tersebut, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

“Operasi SAR dapat dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” jelasnya dalam keterangan tertulis KPP Kendari.

Teluk Pasarwajo yang menjadi lokasi hilangnya korban merupakan perairan laut di Kabupaten Buton.

Perairan yang mengitari kawasan pusat kota dan pemerintahan di kabupaten penghasil aspal alam ini terhubung dengan Laut Banda.

Kabupaten ini berjarak sekitar 41-50 kilometer (km) atau 1 jam berkendara dari Kota Baubau, salah satu kota utama di Pulau Buton.

Kota ini bisa diakses dari Kendari yang merupakan ibu kota Sultra, dengan kapal cepat, waktu tempuh perjalanan laut sekitar 7-8 jam.

Unsur yang terlibat dalam pencarian korban hilang di antaranya, SAR Mission Coordinator (SMC) atau koordinator misi beserta staf.

Petugas Pos SAR Baubau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepolisian Resort (Polres), serta Polair Buton.

Koramil setempat, petugas TNI AL Baubau, Babinsa, aparat desa, masyarakat sekitar, dan keluarga korban.

Berdasarkan keterangan KPP Kendari, kronologi hilangnya korban LJ berawal pada Selasa, 21 Juli 2026 lalu sekitar pukul 17.00 Wita.

Korban pergi melaut memancing ikan dengan menggunakan longboat atau perahu di sebuah rumpon yang berada di Teluk Pasarwajo.

Pada pukul 21.00 Wita, salah satu warga berinisial LD juga pergi melaut.

Dengan tujuan yang sama dengan korban yakni memancing di rumpon.

Namun setibanya di rumpon tersebut, LD tidak menemukan keberadaannya korban.

LD hanya menemukan barang milik korban berupa alat pancing,  senter, dan celana.

Baca juga: Polres Buton Gerebek Penebangan Kayu Jati Ilegal di Kawasan Hutan Buton Selatan, 5 Pelaku Ditangkap

Merasa curiga, LD selanjutnya menghubungi pihak keluarga korban LJ terkait tidak adanya korban di rumpon tersebut. 

Pencarian pun telah dilakukan oleh pihak keluarga.

Namun hanya menemukan perahu milik korban dalam keadaan hanyut di sekitar pesisir Pantai Wakoko, wilayah perairan Teluk Pasarwajo.

Hilang di Busel

Sebelumnya, Tim SAR Gabungan menutup operasi SAR kecelakaan kapal MOB terhadap 1 orang yang diduga terjatuh di sekitar Perairan Lande, Buton Selatan (Busel).

Hingga hari ketujuh pencarian, Sabtu, 25 Juli 2026, sekitar pukul 15.00 wita, pencarian korban berinisial MA (14), yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan dengan hasil nihil. 

Remaja berusia 14 tahun ini merupakan warga kawasan Pimpi, kelurahan Tanganapada, Kecamatan Murhum, Kota Baubau.

Jarak kota otonom di Pulau Buton ini ke Batauga, ibu kota Kabupaten Busel, sekitar 16-17 km atau 30 menit berkendara.

Seluruh unsur yang terlibat selanjutnya dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

HILANG DI BUTON - Kolase foto Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian remaja asal Kota Baubau yang hilang di Perairan Lande, Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Sabtu (25/07/2026), dan pencarian lainnya juga dilakukan terhadap warga yang hilang di sekitar Teluk Pasarwajo, Kelurahan Saragi, Kecamatan Pasarwajo, di ibu kota Kabupaten Buton, Sultra. Operasi SAR pencarian terhadap warga Buton berinisial LJ (43) sudah memasuki hari keempat, sementara pencarian terhadap remaja M asal Baubau sudah memasuki hari ketujuh.(kolase foto dok KPP)
HILANG DI BUTON - Kolase foto Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian remaja asal Kota Baubau yang hilang di Perairan Lande, Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Sabtu (25/07/2026), dan pencarian lainnya juga dilakukan terhadap warga yang hilang di sekitar Teluk Pasarwajo, Kelurahan Saragi, Kecamatan Pasarwajo, di ibu kota Kabupaten Buton, Sultra. Operasi SAR pencarian terhadap warga Buton berinisial LJ (43) sudah memasuki hari keempat, sementara pencarian terhadap remaja M asal Baubau sudah memasuki hari ketujuh.(kolase foto dok KPP) (Dok KPP Kendari)

Operasi SAR dapat dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. 

Berdasarkan keterangan tertulis KPP Kendari, belum lama ini, kronologi hilangnya korban berawal pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Sekitar pukul 20.00 Wita, korban selesai mengambil umpan di bagan.

Bagan adalah alat penangkapan ikan tradisional di atas perahu yang menggunakan jaring angkat dan lampu.

Salah seorang ABK kapal selanjutnya menyuruh korban untuk beristirahat di dalam kamar.

Kemudian berselang setengah jam, salah satu ABK melihat korban berada di haluan kapal.

Namun pada pukul 21.00 Wita, korban sudah tidak terlihat lagi dan diduga terjatuh ke laut.(*)

(TribunnewsSultra.com/Sri Rahayu)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.