Sosok Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo yang Digadang Jadi Gubernur BI Gantikan Perry Warjiyo
jonisetiawan July 28, 2026 06:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Mundurnya Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) sebelum masa tugasnya berakhir memunculkan berbagai spekulasi mengenai sosok yang akan memimpin bank sentral Indonesia berikutnya.

Di tengah beragam nama yang bermunculan, Thomas AM Djiwandono menjadi figur yang paling banyak diperbincangkan dan disebut-sebut memiliki peluang besar untuk menduduki kursi nomor satu di Bank Indonesia.

Prediksi tersebut bukan hanya karena Thomas saat ini telah berada di lingkungan Dewan Gubernur BI, tetapi juga didukung pengalaman panjangnya di bidang keuangan, pemerintahan, hingga dunia usaha.

Di sisi lain, hubungan keluarganya dengan Presiden RI Prabowo Subianto turut membuat namanya menjadi perhatian publik.

Baca juga: Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI, Sebut Karena Alasan Pribadi, Sosok Pengganti Disoroti

Nama Thomas Menguat Sejak Awal Tahun

Menguatnya nama Thomas AM Djiwandono sebagai calon Gubernur Bank Indonesia bukanlah isu yang baru muncul.

Sejak dirinya resmi bergabung dalam jajaran Dewan Gubernur BI pada Februari 2026, Thomas telah beberapa kali disebut sebagai salah satu kandidat kuat yang diproyeksikan menggantikan Perry Warjiyo.

Meski pada saat itu Istana sempat membantah berbagai spekulasi yang berkembang, nama Thomas kembali menjadi sorotan setelah Perry Warjiyo memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya.

Kini Menjabat Wakil Gubernur Bank Indonesia

Saat ini Thomas AM Djiwandono mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur Bank Indonesia.

Ia resmi menjadi bagian dari Dewan Gubernur Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 10/P Tahun 2026 tertanggal 3 Februari 2026 dan mengucapkan sumpah jabatan pada 9 Februari 2026.

Posisi tersebut menjadikannya salah satu figur yang paling memahami dinamika kebijakan moneter dan arah strategis Bank Indonesia.

Latar Belakang Pendidikan di Amerika Serikat

Thomas AM Djiwandono lahir di Jakarta pada Mei 1972.

Berdasarkan informasi yang dimuat dalam situs resmi Bank Indonesia, ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Studi Sejarah di Haverford College, Amerika Serikat, pada tahun 1994.

Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan memperoleh gelar Master di bidang Hubungan Internasional serta Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, pada tahun 2003.

Baca juga: Isi Rekening Perry Warjiyo yang Mundur dari Gubernur BI, Properti Tersebar dari Jakarta-Sukoharjo

Mengawali Karier Sebagai Jurnalis

Sebelum dikenal sebagai tokoh di bidang ekonomi dan pemerintahan, Thomas terlebih dahulu meniti karier di dunia jurnalistik.

Ia pernah menjalani program magang di Majalah Tempo pada tahun 1993, kemudian melanjutkan pengalaman jurnalistiknya di Indonesia Business Weekly pada tahun 1994.

Setelah itu, Thomas mulai beralih ke sektor keuangan dengan bekerja sebagai analis keuangan di Whetlock NatWest Securities yang berbasis di Hong Kong.

Karier profesionalnya kemudian berkembang ke berbagai bidang, mulai dari konsultan hingga jabatan strategis di sektor swasta.

Berkarier di Dunia Bisnis Bersama Arsari Group

Perjalanan karier Thomas terus berkembang ketika pada tahun 2006 dirinya bergabung dengan Arsari Group.

Perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis tersebut dipimpin oleh pamannya, Hashim Djojohadikusumo.

Di perusahaan tersebut Thomas dipercaya menjabat sebagai Deputy CEO Arsari Group dan berperan dalam berbagai pengembangan bisnis perusahaan.

Masuk Pemerintahan Hingga Menjadi Dewan Gubernur BI

Pengalaman Thomas di sektor pemerintahan dimulai ketika dirinya dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia pada Juli 2024.

Kepercayaan itu kembali diberikan setelah dirinya tetap menjabat Wakil Menteri Keuangan pada Oktober 2024.

Selain itu, Thomas juga mengemban tugas sebagai Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ex-officio dari Kementerian Keuangan untuk periode 2025–2026.

Selanjutnya, pada Februari 2026, ia resmi bergabung dalam jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Berasal dari Keluarga yang Sarat Sejarah Ekonomi Indonesia

Thomas AM Djiwandono berasal dari keluarga yang memiliki hubungan panjang dengan sejarah ekonomi Indonesia.

Ia merupakan putra pertama pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati.

Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, merupakan mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini mengajar di Nanyang Technological University (NTU), Singapura.

Sementara ibunya, Biantiningsih Miderawati atau Bianti, merupakan kakak kandung Presiden RI Prabowo Subianto sekaligus keluarga besar pendiri Partai Gerindra.

Tak hanya itu, Thomas juga merupakan cicit dari RM Margono Djojohadikusumo, tokoh nasional yang dikenal sebagai pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) 46.

Dalam kehidupan pribadinya, Thomas telah menikah dan dikaruniai tiga orang anak.

Baca juga: Sosok Perry Warjiyo Gubernur BI yang Diminta Primus Yustisio Mundur, Total Kekayaan 72 Miliar Lebih

Aktif di Dunia Politik Melalui Partai Gerindra

Selain berkiprah di sektor keuangan dan pemerintahan, Thomas juga aktif dalam dunia politik.

Ia pernah menjadi calon anggota legislatif dari Partai Gerindra di Daerah Pemilihan Kalimantan Barat.

Saat ini Thomas dipercaya menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra, dengan tanggung jawab mengelola aspek keuangan partai yang didirikan oleh pamannya, Prabowo Subianto.

Berpeluang Mengisi Kursi Gubernur BI

Dengan pengalaman sebagai jurnalis, analis keuangan, pelaku usaha, pejabat Kementerian Keuangan, hingga Wakil Gubernur Bank Indonesia, Thomas AM Djiwandono kini menjadi salah satu nama yang paling banyak diperbincangkan untuk mengisi kursi Gubernur Bank Indonesia yang ditinggalkan Perry Warjiyo.

Meski hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai siapa yang akan ditetapkan sebagai Gubernur BI berikutnya, rekam jejak Thomas membuat namanya terus berada di jajaran kandidat yang paling diperhitungkan.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.