TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Fakta baru terkait kasus terduga maling ayam di Bali tewas dikeroyok kembali terkuak.
Keluarga KD, warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali menceritakan momen terakhir korban sebelum ditemukan meninggal.
Diwartakan sebelumnya, KD meninggal dunia usai diduga dikeroyok massa di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (24/7/2026) dini hari.
Korban diduga tepergok mencuri seekor ayam aduan milik warga.
Peristiwa tersebut kemudian memicu kemarahan sejumlah warga hingga berujung pada aksi pengeroyokan.
Sepupu korban, Made Parta, mengatakan, KD sempat menghilang selama tiga hari setelah menyerahkan uang untuk biaya gedung sekolah anak sulungnya yang baru masuk SMA.
"Anaknya yang SMA itu sekolah di swasta. Uang gedungnya Rp 2.713.000. Setelah almarhum menyerahkan uang itu, dia menghilang," ujarnya saat ditemui di rumah duka, Minggu (26/7/2026), dilansir dari Kompas.com.
Menurut Parta, keluarga tidak mengetahui alasan korban meninggalkan rumah.
Bahkan, istri korban juga tidak mengetahui ke mana suaminya pergi.
"Uang gedung itu sudah dibayarkan oleh istrinya. Tapi setelah menyerahkan uang itu, dia pergi dan tidak ada kabar. Istrinya juga tidak tahu," tandasnya.
Baca juga: Beda Pengakuan Istri dengan Temuan Polisi Soal Maling Ayam di Bali, Tutup Kelakuan Suami Depan KDM
Tiga hari setelah korban menghilang, Parta didatangi kepala dusun dan kepala desa yang mengabarkan adanya penemuan jenazah di wilayah Baturiti.
Ia kemudian mendatangi Polsek Baturiti sebelum menuju rumah sakit untuk memastikan identitas korban. Parta mengaku semula mengira sepupunya meninggal dunia karena sebab biasa.
Dugaan bahwa korban meninggal akibat pengeroyokan baru diketahuinya setelah melihat foto dan video yang beredar di media sosial.
"Besoknya setelah saya pulang, saya lihat di media sosial. Saya kaget melihat kondisinya seperti itu," katanya.
Menurut Parta, istri korban juga tidak menerima upaya penyelesaian damai setelah mengetahui kondisi jenazah dan dugaan kekerasan yang dialami suaminya.
Sumber: Kompas.com