BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tak hanya duduk diam di kursi jabatannya sebagai pucuk pimpinan, namun Kombes Pol Norul Hidayat turun langsung demi memastikan adanya transparansi Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Bangka Belitung.
Bagi pria kelahiran 24 Januari 1975 ini transparansi menjadi bagian penting dalam melahirkan para polisi-polisi muda yang memiliki integritas.
"Jadi setiap hari nilai itu kita informasikan melalui aplikasi, lalu juga anggaran kita paparkan detail tidak ada yang boleh dipotong-potong," ujar Kombes Pol Norul Hidayat, Selasa (28/7/2026).
Pola pendidikan yang diterapkannya kini sama seperti para petani yang melakukan kegiatan berkebun yang memiliki proses panjang.
Mengabdikan dirinya di SPN Polda Bangka Belitung tak hanya sekedar mengemban tugas negara, namun juga ada beban moral yang juga ditanggungnya.
Kandidat Hoegeng Awards 2026 sebagai penjaga integritas Sekolah Polisi, menekankan hasil SPN menentukan wajah Polri kedepannya.
"Prosesnya itu sebuah kemuliaan buat kita, kalau hasil didiknya kita 30 tahun kedepan itu masih memiliki integritas. Bukan keberhasilannya kita pada saat pelantikan saja, tapi tanggung jawabnya kita selama di SPN ini," bebernya.
Namun layaknya berkebun, tentunya tak selalu hasilnya selalu panen dengan baik. Hal ini sama dengan proses pendidikan di SPN, yang tidak pandang bulu terhadap tiga komponen yakni akademik, jasmani dan mental kepribadian yang wajib dipenuhi.
"Ketidaklulusan itu kita sudah menerapkan bahwa selama proses pendidikan, kita harus terbuka terhadap hasil nilai yang didapat oleh siswa," ucapnya.
Untuk menghindari ketidaklulusan, pengorbanan mulai dari pikiran, tenaga, motivasi, semangat dan sebagainya tak boleh luntur.
Pemilik tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Naraya mengatakan tanggung jawab paling besar yakni berada sejak para polisi ini menimba ilmu di SPN.
"Perlu menumbuhkan jiwa Kebhayangkaraan, sehingga perkembangan tetap kita pantau setiap hari. Dalam kepercayaan saya, amal jariyah yang paling dihitung nanti di sana itu adalah ilmu yang bermanfaat. Hal ini juga yang menjadi pegangan, dan juga yang paling saya nikmati," katanya.
Menjabat sejak 7 Desember 2023, tentunya banyak perubahan yang telah dilakukan oleh eks Kasat Lantas Polres Palu.
"Kita sudah menghapus pungli, jadi pungli bisa dibilang zero. Terus juga termasuk juga penggunaan anggaran, semuanya kita full untuk kegiatan," tuturnya.
Baginya menjadi polisi perlu memiliki moralitas, serta disiplin dalam seluruh aspek mulai dari pekerjaan ataupun di luar pekerjaan.
Eks Wadir Pam Obvit Polda Bangka Belitung juga menekankan, pentingnya literasi yang perlu dimiliki para personel Polri.
"Yang paling diharapkan dari hasil didiknya kita itu memiliki integritas, karena tanpa integritas maka moralitas, disiplin dan literasi itu omong kosong," ungkapnya.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)