TRIBUNNEWS.COM - Chelsea menjalani agenda pramusimnya dengan menghadapi tim asal Australia, WS Wanderers, pada Selasa (28/7/2026).
Bertanding di Accor Stadium, Chelsea ternyata diajak dalam drama yang menyajikan 10 gol dalam prosesnya.
Untungnya tim kenamaan Liga Inggris itu bisa memenangkan pertandingan yang berakhir dengan skor 6-4.
Seperti agenda uji coba pramusim pada umumnya, tim pelatih memanfaatkan ini untuk menguji para pemainnya.
Mulai dari barisan pemain muda akademi, pemain muda di skuad utama, dan senior langsung mencoba merebut hati sang pelatih.
Untuk mengawali pertandingan, pelatih Xabi Alonso bisa dibilang hanya menampilkan 4 pemain yang biasa berada di tim utama.
Keempat pemain tersebut adalah Acheampong, Adarabioyo, Essugo, dan Liam Delap.
Sedangkan sisanya adalah para pemain muda dari akademi yang diberikan kesempatan bermain oleh Alonso.
Baca juga: Chelsea Berpacu Pikat Jordan Henderson, Peran di Timnas Inggris Bisa Ditiru
Chelsea ternyata ditahan imbang 2-2 oleh WS Wanderers di babak pertama.
Namun situasinya berubah ketika Xabi Alonso mulai memasukan banyak pemain inti.
Masuknya Joao Pedro, Levi Colwill, Cole Palmer, Wesley Fofana, dan beberapa penggawa inti lainnya membuat jalannya pertandingan berubah.
Mulai dari menit ke-66 hingga ke-89, Chelsea berhasil menggelontorkan 4 gol ke gawang lawannya.
Dengan Joao Pedro berhasil mencetak hattrick alias tiga gol di pertandingan ini.
Penyerang asal Brasil ini menyarangkan ketiga golnya di menit 80', 85', dan 89'.
Selain itu, ia turut memberikan assist untuk gol dari Jamie Gittens di menit ke-66.
Performa luar biasa Joao Pedro ini mendapatkan tanggapan dari sang pelatih.
Pelatih Xabi Alonso benar-benar memuji performa Pedro di pertandingan ini.
Ia juga meminta para pemain Chelsea lainnya memberikan dukungan terbaik bagi sang pemain agar bisa mencetak banyak gol, sebagaimana yang dilakukan musim lalu.
"Dia adalah pemain yang sangat lapar akan gol. Joao benar-benar bertekad memiliki musim yang cemerlang," kata Alonso dikutip dari Football360.
"Setelah musim lalu dilalui dengan cara yang luar biasa dan mencetak banyak gol, saya rasa dia masih ingin melakukannya musim ini."
"Kami harus bisa membantunya mencapai itu. Dia tidak akan bisa melakukan itu sendirian."
"Para pemain lainnya juga harus memiliki rasa lapar yang sama seperti dirinya," sambungnya.
Xabi Alonso sepertinya juga ingin segera melakukan seleksi terhadap sosok striker utama yang akan digunakan musim depan.
Joao Pedro akan bersaing dengan Liam Delap yang didatangkan dengan harapan besar di pundaknya.
Sebenarnya dari sisi permainan, Delap dan Pedro menawarkan hal yang berbeda.
Delap lebih berperan selayaknya penyerang tengah tradisional.
Sedangkan Joao Pedro gemar bergerak ke samping sembari mencari ruang untuk merangsek ke kotak penalti.
Ia juga bisa membuat ruang dan peluang bagi dirinya sendiri.
Hal yang sangat menguntungkan bagi striker untuk bisa melakukan hal tersebut.
Alonso juga memberikan pujian kepada Delap yang turun selama 60 menit di laga uji coba ini.
"Semua pemain melakukan tugasnya dengan baik. Liam juga. Itu adalah 60 menit yang intens dan selalu berduel dengan bek lawan," pungkas Alonso.
(Tribunnews.com/Guruh)