Pengabdian Ketua RW 004 Tamamaung Makassar, Jaga Lingkungan dari Pagi hingga Larut Malam 
Imam Wahyudi July 28, 2026 09:07 PM

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejak pagi buta, Tanti sudah mulai beraktivitas.

Ia keluar rumah menyusuri lorong-lorong di wilayahnya untuk melihat kondisi lingkungan sekaligus mencari sampah yang masih dapat dimanfaatkan.

‎Satu karung sampah biasanya ia bawa pulang.

Jika sedang banyak, hasil yang dikumpulkan bisa mencapai dua karung.

‎Sampah tersebut kemudian dikumpulkan di bank sampah yang berada tepat di depan rumahnya.

‎Begitulah rutinitas Ketua RW 004 Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, tersebut.

Kebiasaan itu telah ia jalani sejak 2018 dan masih berlangsung hingga sekarang.

‎Tanti tidak hanya menunggu warga datang membawa sampah.

Jika ada warga yang kesulitan mengangkutnya, ia akan datang menjemput menggunakan sepeda motor.

‎"Kalau mengelola sampah itu saya sudah lama sekali, dari 2018 ada'mi bank sampahku," ucapnya kepada Tribun Timur, Selasa (28/7/2026).

‎Saat ini, sekitar 100 nasabah tercatat di bank sampah yang dikelolanya.

Mayoritas berasal dari wilayah RW 004 yang terdiri atas enam RT dengan sekitar 600 KK.

‎Namun, warga dari RW lain dan beberapa sekolah juga datang untuk menimbang sampah.

‎Sampah yang terkumpul kemudian dipilah. Botol plastik, gelas air minum, buku, kertas, kardus, dan berbagai jenis sampah lainnya dipisahkan satu per satu.

‎Pada penimbangan terakhir, Tanti mengumpulkan sekitar 654 kilogram sampah.

‎Bagi Tanti, pengelolaan sampah bukan hanya soal menjaga kebersihan lingkungan.

Ia melihat ada nilai ekonomi yang dapat dirasakan warga jika sampah dikelola dengan baik.

‎"Banyak sekali nilai ekonominya itu sampah, itu yang selalu saya tekankan kepada warga selama ini," ujarnya.

‎Karena itu, Tanti juga mendorong pengurus lingkungan lain untuk membangun bank sampah.

Ia memberikan dukungan kepada rekan-rekannya yang ingin mengelola sampah di wilayah masing-masing.

‎Aktivitas Tanti dalam menjaga lingkungan juga berlanjut di luar kegiatan bank sampah.

‎Selama kurang lebih dua tahun, ia bekerja sebagai pengawas drainase Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar.

Ia bertugas memantau pekerjaan pembersihan saluran di sejumlah jalan utama di Kota Makassar.

‎"Selama satu bulan ini kami fokus melakukan pengerukan di Jalan Rusa," ucapnya.

‎Setiap hari, Tanti dan tim menangani saluran yang tersumbat pasir dan sedimen.

Ia ikut mendampingi pekerja di lapangan sekaligus melaporkan jika terdapat kendala dalam pengerjaan.

‎"Kalau kekurangan bahan atau apa, kita bantu koordinasi," ucapnya.

‎Setelah pekerjaan selesai di satu titik, mereka berpindah ke lokasi lain sesuai arahan.

‎"Dari Senin sampai Sabtu saya mengawasi pengerjaan," ucapnya.

‎Di tengah kesibukannya mengawasi pekerjaan drainase, Tanti tetap menjalankan tanggung jawab sebagai Ketua RW 004 Tamamaung.

‎Sepulang dari lapangan, ia kembali ke lingkungan untuk menjalankan berbagai kegiatan.

Ia menghadiri rapat, mendampingi warga, menggalakkan kegiatan kebersihan, serta berkoordinasi dengan para ketua RT.

‎Ia juga turut mengurus kebun urban farming PKK yang ditanami kangkung, tomat, dan berbagai tanaman lainnya.

‎Tak jauh dari bank sampah, Tanti juga mengelola poskamling yang menjadi tempat berkumpul anak muda sekaligus ruang silaturahmi warga.

‎"Di posko itu jadi tempat kumpul anak muda, tempat silaturahmi warga," jelasnya.

‎Berbagai aktivitas tersebut membuat hari-hari Tanti kerap berlangsung hingga larut malam.

Ia mengaku sering baru tidur sekitar pukul 03.00 Wita.

‎"Sampai anak ku saja biasa susah kutemui," katanya.

‎Meski demikian, Tanti tetap berusaha menyediakan waktu untuk keluarganya.

Ia memiliki seorang anak yang kini telah dewasa.

‎Perempuan kelahiran Ujungpandang, 9 Juli 1978, itu menjalani berbagai aktivitas tersebut dengan prinsip sederhana.

Menurutnya, pengabdian dapat dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten.

‎"Fokus dalam hal kecil ji, tidak membandingkan diri dengan orang lain. Setiap proses itu butuh waktu. Semangat mulai dari hal kecil tanpa harus menunggu sempurna. Menikmati setiap proses, jangan terburu-buru menyerah," tuturnya.

‎Prinsip tersebut yang membuatnya terus bergerak.

Dari mengumpulkan dan memilah sampah, mengawasi drainase, mengurus kebun, menjaga keamanan lingkungan, hingga mendampingi warga, Tanti berusaha tetap hadir dalam berbagai aktivitas masyarakat.

‎"Semua kerja-kerja begitu ada hikmahnya. Ndak baik orang mengeluh. Saya tidak pernah mengeluh. Apa pun tetap disyukuri," kata Tanti.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.